SEMARANG, Jatengnews.id – Jumlah pendaftar Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) di Semarang pada tahun ajaran 2026/2027 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Hingga menjelang penutupan pendaftaran daring pada Jumat (12/6/2026) pukul 00.00 WIB, jumlah pendaftar SD tercatat telah mencapai 13.165 siswa terverifikasi. Angka tersebut meningkat dari sekitar 12.000 pendaftar pada tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, mengatakan jumlah pendaftar masih berpotensi bertambah hingga penutupan pendaftaran.
“SD tahun yang lalu kan di angka 12.000-an. Tahun ini di angka 13.000-an dan ini masih terus berjalan sampai nanti malam pukul 12,” ujarnya.
Daya tampung SD negeri di Kota Semarang tahun ini mencapai 14.529 kursi, ditambah SD swasta gratis sebanyak 1.888 kursi. Dari data sementara, jalur domisili menjadi yang paling banyak digunakan oleh calon peserta didik, termasuk pada sekolah dengan jumlah pendaftar tertinggi.
Beberapa sekolah tercatat memiliki jumlah pendaftar tertinggi, yakni SDN Bangetayu Wetan dengan 254 pendaftar dari daya tampung 84 siswa, serta SDN Sendangmulyo 01 dengan 243 pendaftar dari daya tampung 112 siswa. Sementara itu, sejumlah sekolah masih minim pendaftar, seperti SDN Wonodri dengan 9 pendaftar dan SDN Karang Kidul dengan 10 pendaftar.
Ahsan menjelaskan bahwa tahun ini terdapat kebijakan yang memungkinkan calon siswa berdomisili di Kota Semarang namun memiliki KK atau KTP luar daerah untuk tetap mendaftar melalui jalur domisili. Namun, pihaknya belum dapat memastikan pengaruh kebijakan tersebut terhadap peningkatan jumlah pendaftar.
“Memang tahun ini kami buka dan bisa mendaftar. Tetapi angka pastinya berapa pendaftar yang menggunakan domisili dengan KK luar kota kami belum menghitung. Apakah peningkatan ini karena itu juga belum kami lakukan analisis,” katanya.
Peningkatan juga terjadi pada jenjang TK, dari sekitar 500 pendaftar pada tahun sebelumnya menjadi lebih dari 800 pendaftar pada tahun ini dan masih berpotensi bertambah hingga penutupan.
Dinas Pendidikan Kota Semarang menyebut pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan relatif lancar karena mayoritas masyarakat telah menggunakan sistem pendaftaran daring sehingga layanan di posko tidak banyak menerima kendala teknis.
“Mungkin ada faktor lain, mungkin juga pelayanan yang lebih baik. Kami belum melakukan analisis untuk itu,” ujar Ahsan.
Jika setelah pengumuman pada 17 Juni 2026 masih terdapat sekolah yang jumlah pendaftarnya lebih sedikit dibanding daya tampung, Dinas Pendidikan Kota Semarang akan membuka gelombang lanjutan untuk memenuhi kuota yang tersedia.
Penulis : M Kamal
Editor : Jaka N
