
KARANGANYAR, Jatengnews.id – Al Azhar International Islamic Boarding School (IIBS) Karanganyar menggelar Akhirussanah Angkatan III dengan mengusung tema “Jejak Juang Pangeran Diponegoro: Inspirasi Generasi di Era Global”.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (13-14/6/2026), di Hotel Anaya Azana Boutique Tawangmangu.
Direktur International Affairs & Public Relations Al Azhar IIBS Karanganyar, Ahmad Zulfiqar Azizurrahman Al Arif, mengatakan Akhirussanah tahun ini menjadi momentum istimewa karena menandai kelulusan angkatan ketiga Al Azhar IIBS Karanganyar.
“Para lulusan diharapkan menjadi generasi Muslim yang berakhlak mulia, berwawasan global, sekaligus tetap berakar kuat pada nilai-nilai Islam dan kebangsaan,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Ia mengungkapkan, hampir 60 persen lulusan telah diterima di berbagai perguruan tinggi ternama. Sebagian lainnya berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri melalui jalur beasiswa.
Menurut Ahmad, pemilihan sosok Pangeran Diponegoro sebagai tema utama bukan tanpa alasan. Pahlawan nasional yang memimpin Perang Jawa pada 1825–1830 itu dinilai memiliki karakter yang relevan dengan tantangan generasi muda saat ini, mulai dari keteguhan akidah, keberanian, integritas, hingga kecintaan terhadap tanah air.
“Semangat perjuangan Diponegoro sejalan dengan visi Al Azhar IIBS dalam membentuk generasi Muslim yang unggul secara intelektual, tangguh menghadapi tantangan global, namun tetap teguh memegang nilai-nilai keislaman,” katanya.
Tidak hanya menghadirkan prosesi kelulusan, penyelenggara juga mengangkat nuansa budaya Jawa melalui pengalaman kuliner bertajuk Pustaka Rasa. Berkolaborasi dengan Hotel Anaya Azana, berbagai hidangan khas dengan nama-nama bernuansa Jawa disajikan untuk memperkuat atmosfer Mataram Islam yang menjadi bagian dari tema acara.
Untuk tamu Akhirussanah jenjang SMA, rangkaian sajian diawali dengan menu pembuka Pratiwi Manunggal, dilanjutkan sup rempah Surya Amoncar, hidangan utama Catur Pinilih, dan ditutup minuman segar Wiji Pinilih. Sementara itu, tamu jenjang SMP menikmati sajian Siti Luhur, Mustika Putih, Catur Sagatra, serta pencuci mulut Roncen.
Setiap hidangan dirancang tidak sekadar menjadi santapan, tetapi juga mengandung filosofi dan cerita mengenai kekayaan tradisi Nusantara. Para tamu diajak menyelami warisan budaya melalui rasa, aroma, dan makna yang terkandung dalam setiap sajian.
Melalui konsep tersebut, Akhirussanah Al Azhar IIBS tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, melainkan juga perayaan identitas budaya serta penghormatan terhadap warisan leluhur.
General Manager Anaya Azana Hotel & Villa Tawangmangu, Arif Mardiyanto, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada pihak hotel sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan.
“Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari penyelenggaraan Akhirussanah Al Azhar IIBS tahun ini. Kegiatan ini mengangkat nilai-nilai pendidikan, budaya, dan keislaman yang sejalan dengan konsep yang kami terapkan di Anaya Azana Hotel & Villa Tawangmangu,” ujarnya.
Arif menjelaskan, hotel yang mengusung konsep syariah tersebut menyediakan fasilitas untuk berbagai kegiatan, mulai dari acara pendidikan, pelatihan, pertemuan, gathering, hingga resepsi pernikahan. Grand Ballroom yang dimiliki mampu menampung hingga 1.000 tamu dan didukung berbagai pilihan paket kegiatan.
Selain itu, kawasan vila juga terus dikembangkan. Saat ini tersedia 34 unit vila dan jumlahnya akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 44 unit guna memenuhi kebutuhan akomodasi wisata maupun kegiatan berskala besar.
Menurutnya, kolaborasi antara institusi pendidikan dan penyedia venue menjadi faktor penting dalam menghadirkan kegiatan yang sesuai dengan konsep dan kebutuhan penyelenggara.
Melalui Akhirussanah 2026, Al Azhar IIBS Karanganyar kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang unggul secara akademik, berwawasan internasional, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dan budaya bangsa.
Para lulusan yang selama ini menimba ilmu di tanah Jawa diharapkan mampu melanjutkan perjuangan dalam bentuk yang berbeda, yakni mengamalkan ilmu, menjaga akhlak, mencintai tanah air, dan memberi manfaat bagi masyarakat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai belahan dunia.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka N