Beranda Pendidikan Mahasiswa Broadcasting KPI UIN Walisongo Tutup Perkuliahan dengan Gelar Karya Film dan...

Mahasiswa Broadcasting KPI UIN Walisongo Tutup Perkuliahan dengan Gelar Karya Film dan Apresiasi Kreativitas

Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam FDK UIN Walisongo, Silvia Riska Fabriar, turut memberikan apresiasi kepada mahasiswa dan dosen pengampu atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Dosen dan mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo mengadakan Gelar Layar Karya Broadcasting 2026. (Foto : Dok UIN Walisongo)
Dosen dan mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo mengadakan Gelar Layar Karya Broadcasting 2026. (Foto : Dok UIN Walisongo)

SEMARANG, Jatengnews.id – Dosen dan mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang menggelar Gelar Layar Karya Broadcasting 2026 sebagai penutup perkuliahan Mata Kuliah Produksi Film dan Sinetron.

Kegiatan yang berlangsung pada 10 Juni 2026 tersebut digelar di Ruang Theater Gedung General Library @ ICT Center Kampus III UIN Walisongo Semarang. Acara ini menjadi ruang apresiasi bagi mahasiswa konsentrasi Broadcasting angkatan 2023 untuk menampilkan karya film pendek hasil proses pembelajaran selama satu semester.

Empat karya film mahasiswa diputar dalam kegiatan tersebut, yakni “Inside Me”, “Versi Yang Dipilih”, “Illusion Of Later”, dan “Langit Yang Tertunda”.Setelah pemutaran film, dosen dan mahasiswa melakukan sesi apresiasi sekaligus evaluasi terhadap karya yang telah dihasilkan.

Karya-karya tersebut mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini, terutama mengenai perkembangan teknologi informasi dan media digital yang membawa dampak positif maupun negatif.

Ayu Lestari selaku produser film “Inside Me” menjelaskan bahwa film tersebut mengangkat fenomena kecanduan permainan digital di kalangan mahasiswa.

“Film ini menceritakan pengaruh konten game di media digital terhadap mahasiswa. Ada mahasiswa semester akhir yang terlalu fokus bermain game hingga mengabaikan tugas akhirnya. Dampaknya, penyelesaian studi menjadi tertunda,” ujarnya.

Sementara itu, Rido sebagai produser film “Versi Yang Dipilih” menyampaikan bahwa film tersebut menggambarkan tantangan masyarakat di tengah derasnya arus informasi media sosial.

“Film ini bercerita tentang bagaimana informasi yang tidak tersaring dengan baik dapat memunculkan kesalahpahaman bahkan fitnah. Harapannya, masyarakat lebih bijak dalam menerima dan membagikan informasi,” katanya.

Dosen pengampu Mata Kuliah Produksi Film dan Sinetron, Muhammad Alfandi, mengapresiasi kerja keras mahasiswa dalam menyelesaikan proyek produksi film tersebut.

“Alhamdulillah, empat kelompok dari dua kelas dapat menyelesaikan proyek produksi film ini. Meski waktu yang tersedia cukup singkat, hasil karya yang dihasilkan sangat memuaskan. Ini menunjukkan kekompakan dan sinergi yang luar biasa,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa bahwa kemampuan teknis di bidang broadcasting perlu diimbangi dengan kemampuan nonteknis.

“Hard skill memang penting, tetapi mahasiswa juga harus memperkuat soft skill seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan kemampuan bekerja sama dalam tim sebagai bekal memasuki dunia kerja,” tambahnya.

Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam FDK UIN Walisongo, Silvia Riska Fabriar, turut memberikan apresiasi kepada mahasiswa dan dosen pengampu atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa yang telah bekerja keras menghasilkan karya terbaiknya, serta kepada Pak Muhammad Alfandi selaku dosen pengampu Mata Kuliah Produksi Film dan Sinetron,” ujarnya.

Ia berharap karya mahasiswa KPI tidak berhenti hanya pada pemutaran di lingkungan kampus, tetapi dapat berkembang dan berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

“Semoga karya-karya mahasiswa KPI semakin dikenal luas dan menjadi bukti nyata semangat KPI, No Action, No Exist,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, proses pembelajaran di kelas tidak hanya menghasilkan pemahaman teori, tetapi juga melatih kreativitas, kemampuan produksi, serta kerja sama tim mahasiswa dalam menciptakan karya nyata di bidang broadcasting.

Penulis  : Alif Nazzala Rizqi

Editor     : Jaka Nuswantara

Exit mobile version