SEMARANG, Jatengnews.id – Demo Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Semarang di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng) sempat memanas saat massa mendesak masuk, Rabu (17/6/2026).
Ratusan massa yang tergabung dari berbagai komisariat PMII di Kampus Semarang tersebut, sempat mendobrak gerbang Kantor Gubernur Jateng sekira pukul 17.40 WIB.
Kemudian, massa berhenting mendobrak gerbang karena mobil komando dari kepolisian mengumandangkan adzan sekira pukul 17.44 WIB.
Tak mau kalah, setelah adzan usai sekira pukul 17.47 WIB, massa melakukan pembakaran ban dan beberapa spanduk.
“Allahumma Shalli Ala Sayyidina Muhammadin, Wa Asyghili Dzalimin bi Dzalimin.
Wa Akhrij-na min Bainihim Saalimin, wa Ala Aalihi wa shahbihi Ajmain,” pekik mereka shalawat Asyghil sambil memutari area bakar-bakar tersebut.
Sholawat ini merupakan simbol perlawan dimana kondisi politik dan sosial mulai mengalami ketidak stabilan bahkan kekacauan.
Tak berlangsung lama, sekira pukul 17.50 WIB pihak kepolisian menyemprotkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) ke bagian kobaran ban yang terbakar tersebut.
Karena dampaknya kepulan asap yang cukup tebal sehingga massa tunggang langgang mengamankan diri dari gangguan pernafasan.
Sekira pukul 17.55 WIB masa balik ke titik ban tersebut dan melakukan aksi duduk sambil menerikan orasi kembali.
“Mari kawan-kawan lakukan aksi duduk dan kita kembali bakar semangat, kita lihat siapa yang bakal melakukan represifitas atas dalih keamanan,” ujarnya.
Setelah melihat situasi yang tidak memungkin jika memaksa masuk untuk membacakan tuntutannya, sehinga sekira pukul 18.05 WIB mereka membacakan dari luar gerbang.
Berikut sebagian tuntuan yang mereka bacakan:
“Rezim Prabowo Gibran kali ini sedang Sekarat dan Hianat. Oleh karena itu, diperlukan keberanian politik untuk mengembalikan orientasi negara kepada kepentingan rakyat, berpihak pada kesejahteraan, keadilan, dan keberlanjutan. Atas dasar tanggung jawab moral, komitmen kebangsaan, dan semangat perjuangan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Semarang, kami menuntut:
1. Menuntut pemerintah untuk segera merestrukturisasi APBN, turunkan harga BBM, dan Pulihkan ekonomi.
2. Revisi UU POLRI dan UU TNI, Kembalikan supremasi sipil & tendang militerisme dari ruang sipil.
3. Hentikan Praktik KKN dan Segera Sahkan UU Perampasan Aset.
4. Evaluasi total program populis, terkhusus MBG dan KDKMP yang tidak efisien dan merugikan rakyat, alihkan pendanaan untuk pendidikan.
5. Hentikan retorika dan akui kegagalan sebagai Presiden dan Wakil Presiden, bersihkan kabinet pemerintahan dari pejabat inkompeten, kembalikan transparansi, dan akuntabilitas nyata serta prioritaskan kesejahteraan rakyat.
6. Menuntut paksa Pemerintah Pusat dan Daerah atas kerusakan ekologi dan kemiskinan struktural Jawa Tengah.
7. Kembalikan kepemilikan tanah terhadap rakyat (Reforma Agraria).
8. Usut tuntas dan hentikan represifitas aparat kepada rakyat.”
Setelah itu massa berangsur pergi sambil menegaskan bakal kembali dengan massa yang lebih besar.
Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Heri Wahyudi menyampaikan, bahwa pada aksi hari ini diperkirakan ada sekitar 200 massa yang demo.
“Kita melibatakan angota kurang lebih sekitar 1000 untuk melakukan pengamanan unjuk rasa hari ini,” ucapnya saat ditemui usai demo.
Perihal gesekan yang sempat terjadi, ia menyampaikan bahwa penyemprotan api tersebut merupakan respon untuk pengamanan.
“Karena melakukan pembakaran atau api itu bukan merupakan alat peraga untuk menyampaikan aspirasi, tapi ini merupakan bentuk diluar kebiasaan aksi tersebut,” ujarnya.
Penulis : Muhammad Kamal
Editor : Alif Nazzala Rizqi
