KARANGANYAR, Jatengnews.id – Pemadaman listrik bergilir di Karanganyar mulai berdampak pada layanan air bersih dan aktivitas pelaku usaha.
Sekitar 4.500 pelanggan PDAM di wilayah Gondangrejo berpotensi mengalami gangguan pasokan air karena sistem pompa sumur artesis sepenuhnya bergantung pada listrik.
Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Lawu, Suparno, mengatakan saat listrik padam seluruh panel dan mesin pompa otomatis berhenti beroperasi.
“Debitnya menggunakan artesis, sehingga kalau listrik padam, panel kami berhenti dan mati. Mesin-mesinnya menggunakan listrik,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Untuk mengantisipasi gangguan layanan, PDAM Karanganyar berencana mengadakan tiga unit genset dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp750 juta, namun masih terkendala pendanaan.
Dampak pemadaman juga dirasakan pelaku usaha. Pemilik Ndoro Bakery, Sri Mulyani, mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli genset demi menjaga operasional usahanya.
“Kalau kerugian produk sih belum ada, masih aman. Cuma ya harus mengeluarkan biaya lagi untuk beli genset itu,” katanya.
Meski belum menyebabkan kerusakan produk, pemadaman listrik dinilai mengganggu kenyamanan pelanggan dan aktivitas usaha karena peralatan pendingin serta AC tidak dapat berfungsi normal.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka N
