SEMARANG, Jatengnews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang merilis prakiraan cuaca untuk sejumlah objek wisata sejarah dan wisata kota di Provinsi Jawa Tengah yang berlaku mulai Minggu, 28 Juni 2026 pukul 07.00 WIB hingga Senin, 29 Juni 2026 pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan prakiraan BMKG, secara umum kondisi cuaca di kawasan wisata Jawa Tengah didominasi cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi hujan ringan di beberapa wilayah, terutama pada malam hingga dini hari.
Beberapa destinasi wisata yang diprakirakan cerah berawan antara lain Candi Borobudur dengan suhu 19–29 derajat Celsius, Lawang Sewu Semarang 25–32 derajat Celsius, Candi Gedong Songo Kabupaten Semarang 19–27 derajat Celsius, Masjid Agung Demak 23–32 derajat Celsius.
Selain itu, Museum Manusia Purba Sangiran 20–31 derajat Celsius, Taman Kyai Langgeng Temanggung 18–28 derajat Celsius, Taman Balekambang Surakarta 20–31 derajat Celsius, Saloka Park 19–28 derajat Celsius, Museum Batik Pekalongan 24–30 derajat Celsius, serta Keraton Kasunanan Surakarta 20–31 derajat Celsius.
Sementara itu, BMKG memprakirakan Benteng Pendem Cilacap berpotensi mengalami hujan ringan pada dini hari dengan kisaran suhu 25–27 derajat Celsius. Adapun Pikatan Water Park Temanggung juga berpotensi diguyur hujan ringan pada dini hari dengan suhu berkisar 17–25 derajat Celsius.
BMKG mengimbau masyarakat yang akan berwisata agar tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru sebelum berangkat. Wisatawan juga disarankan membawa payung atau jas hujan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba.
Selain itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, terutama pada sore hingga malam hari.
Informasi prakiraan cuaca selengkapnya dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG maupun media sosial BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang. (01).
Penulis: Shodiqin
Sumber: BMKG Ahmad Yani Semarang
