Beranda Daerah Artefak 134 Tahun Dikembalikan, Semarang Perkuat Jejak Sejarah Kota Maritim

Artefak 134 Tahun Dikembalikan, Semarang Perkuat Jejak Sejarah Kota Maritim

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, benda-benda tersebut bukan hanya peninggalan lama, tetapi bagian dari cerita panjang perjalanan Kota Semarang.

Wali Kota Semarang Agustina dengan para pakar sejarah, akademisi, dan kolektor artefak di Medan dan perwakilan Masyarakat Sejarah Indonesia (MSI) Sumatera Utara pada Rabu (1/7/2026). (Foto : Dok Pemkot Semarang)
Wali Kota Semarang Agustina menerima sejumlah artefak dan arsip bersejarah koleksi Dr. Jimmy Lassang Manahara Siahaandi Rumah Budaya Tangga, Medan, Rabu (1/7/2026). (Foto : Dok Pemkot Semarang)

SEMARANG, Jatengnews.id – Upaya memperkuat identitas Kota Semarang sebagai kota maritim terus dilakukan. Pemerintah Kota Semarang menerima sejumlah artefak dan arsip bersejarah koleksi Dr. Jimmy Lassang Manahara Siahaan yang akan menjadi bagian dari penguatan memori sejarah kota.

Penyerahan artefak dilakukan di Rumah Budaya Tangga, Medan, Rabu (1/7/2026). Koleksi tersebut nantinya akan diakuisisi oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang untuk dikonservasi serta dimanfaatkan sebagai sumber edukasi dan penelitian sejarah.

Terdapat lima jenis artefak dengan rentang usia antara 1892 hingga 1955 yang diserahkan. Salah satu yang paling tua adalah sepuluh lembar saham Hotel Du Pavillon Semarang tahun 1892 yang telah berusia sekitar 134 tahun.

Selain itu, koleksi lain yang diterima berupa lampu kuno, saham Semarangsche Administratie Maatschappij tahun 1908, Bewijs van Aandeel Meubelindustrie Andriesse tahun 1909, serta Surat Sero (saham) N.V. Seng Tek Tjian tahun 1955.

Artefak tersebut dinilai memiliki nilai sejarah tinggi karena merekam perjalanan ekonomi Semarang, mulai dari perdagangan, industri, investasi, hingga aktivitas bisnis di masa lalu sebagai salah satu kota pelabuhan penting di Nusantara.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, benda-benda tersebut bukan hanya peninggalan lama, tetapi bagian dari cerita panjang perjalanan Kota Semarang.

“Warisan ini akan dikonservasi dengan baik agar nilainya tetap abadi dan tidak rusak oleh waktu,” ujar Agustina.

Ia menjelaskan, pengumpulan kembali arsip dan artefak sejarah menjadi bagian dari upaya membangun memori kolektif masyarakat. Nantinya, koleksi tersebut tidak hanya disimpan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, penelitian, hingga pengembangan wisata sejarah.

“Kehadiran dokumen yang disampaikan ini tentu akan memperkaya cerita yang bisa dinikmati oleh mereka yang berkunjung ke Kota Semarang,” katanya.

Agustina juga berharap Semarang dapat memiliki Museum Maritim yang mampu menghadirkan sejarah kemaritiman kota secara lebih lengkap.

“Mudah-mudahan tahun 2027 kita punya cukup energi untuk membangun Museum Maritim. Karena Kota Semarang ini menjadi kota yang disebut terus-menerus dalam sejarah kemaritiman,” imbuhnya.

Sementara itu, pengelola Rumah Budaya Tangga Medan, Jimmy Lassang Manahara Siahaan, mengapresiasi langkah Pemkot Semarang dalam menjaga warisan sejarah.

Menurutnya, keseriusan pemerintah daerah dalam merawat budaya dapat menjadi inspirasi bagi berbagai komunitas pelestari sejarah.

Penyerahan artefak ini menjadi bagian dari kolaborasi Pemkot Semarang bersama Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Medan, Rumah Sejarah Medan, serta berbagai pihak dalam rangka Seminar Nasional “Menyelamatkan Heritage Kota Maritim: Sejarah dan Pengembangannya”.

Kegiatan tersebut juga menjadi rangkaian Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Medan, sekaligus langkah kolaborasi lintas daerah untuk mengembalikan jejak sejarah Semarang sebagai kota maritim bersejarah.

Penulis  : Alif Nazzala Rizqi

Editor     : Jaka Nuswantara

Exit mobile version