Beranda Daerah Kronologi Ledakan Pabrik di Kawasan Industri Candi Semarang, 1 Pekerja Tewas dan...

Kronologi Ledakan Pabrik di Kawasan Industri Candi Semarang, 1 Pekerja Tewas dan 7 Luka Bakar

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka bakar.

Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard saat di depan lokasi ledakan tabung pabrik Kawasan Industri Candi (KIC), Kota Semarang.
Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard saat di depan lokasi ledakan tabung pabrik Kawasan Industri Candi (KIC), Kota Semarang.(Foto: Kamal)

SEMARANG, Jatengnews.id  – Kepolisian mengungkap kronologi sementara insiden ledakan yang terjadi di sebuah pabrik di Kawasan Industri Candi (KIC), Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (1/7/2026).

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka bakar.

Kapolsek Ngaliyan Kompol Aliet Alphard mengatakan, ledakan terjadi sekitar pukul 09.45 WIB di ruang produksi. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, sumber ledakan diduga berasal dari tabung sterilisasi yang digunakan dalam proses produksi.

“Kurang lebih pukul 09.45 WIB terjadi ledakan tabung sterilisasi. Tabung sterilisasi meledak kemudian terbakar,” ujar Aliet saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (1/7/2026).

Akibat ledakan tersebut, sebanyak delapan pekerja menjadi korban. Satu orang meninggal dunia, sedangkan tujuh pekerja lainnya mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang.

“Korban satu meninggal dunia dan tujuh mengalami luka bakar. Seluruh korban sudah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” katanya.

Korban meninggal diketahui bernama Muhammad Bryan Febryantoro, warga Kabupaten Demak. Sementara tujuh korban luka merupakan rekan kerjanya yang berada di ruang produksi saat ledakan terjadi.

Menurut Aliet, seluruh korban merupakan karyawan bagian produksi yang tengah bekerja ketika insiden berlangsung.

“Yang meninggal maupun yang luka semuanya karyawan produksi. Saat kejadian mereka berada di ruang produksi,” jelasnya.

Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan juga menyebabkan kerusakan pada bangunan pabrik. Sebagian tembok dilaporkan runtuh akibat kuatnya tekanan ledakan, kemudian disusul kebakaran di lokasi.

“Karena dampak ledakannya, bangunan dan tembok ada yang runtuh. Setelah itu juga terjadi kebakaran,” ungkapnya.

Mengenai penyebab pasti ledakan, polisi masih melakukan penyelidikan. Dugaan sementara, ledakan dipicu oleh tekanan tinggi pada tabung sterilisasi saat proses produksi berlangsung.

“Dari keterangan sementara, kemungkinan karena tekanan pada tabung sterilisasi saat produksi sedang berjalan sehingga tiba-tiba meledak lalu terbakar. Namun penyebab pastinya masih kami dalami,” ujarnya.

Polisi juga belum dapat memastikan jenis bahan maupun produk yang sedang diproses saat kejadian. Keterangan saksi dan barang bukti masih dikumpulkan untuk memastikan penyebab insiden tersebut.

“Kami belum bisa memastikan produksinya apa, masih dalam pendalaman,” katanya.

Untuk kepentingan penyelidikan, lokasi kejadian telah dipasang garis polisi (police line) dan seluruh aktivitas produksi dihentikan sementara.

“TKP sudah kami police line dan kegiatan produksinya ditutup sementara sampai proses penyidikan selesai,” jelas Aliet.

Ia menambahkan, penanganan kasus selanjutnya telah dilimpahkan kepada Satreskrim Polrestabes Semarang. Penyidik akan memeriksa sejumlah saksi, termasuk pihak perusahaan, serta menelusuri aspek operasional dan perizinan pabrik guna mengungkap penyebab pasti ledakan.

Penulis : M Kamal

Editor : Jaka N

Exit mobile version