Beranda Daerah Pameran Perumahan dan UMKM 2026 Jadi Wadah Sinkronisasi Pengembang dan Pemkab Karanganyar

Pameran Perumahan dan UMKM 2026 Jadi Wadah Sinkronisasi Pengembang dan Pemkab Karanganyar

Pameran Perumahan dan UMKM 2026 di Karanganyar menghadirkan 42 pengembang dan puluhan UMKM untuk mendorong investasi, promosi properti, serta kemudahan perizinan.

Pameran perumahan Karanganyar. (Foto : AI)
Pameran perumahan Karanganyar. (Foto : AI)

KARANGANYAR, Jatengnews.id – Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan menggelar Pameran Pembangunan Perumahan dan UMKM 2026 yang dibuka bersamaan dengan peluncuran rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Karanganyar.

Pameran tersebut akan dibuka langsung oleh Bupati Karanganyar dan berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 12 Juli 2026.

Sekretaris Panitia, Anton Sugiarto, mengatakan pameran ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Karanganyar.

“Sebanyak 42 pengusaha properti ikut berpartisipasi, sementara total tenant yang terlibat mencapai sekitar 60, termasuk pelaku UMKM dan komunitas,” kata Anton, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, seluruh peserta merupakan pelaku usaha yang memiliki proyek maupun kegiatan usaha di Kabupaten Karanganyar.

“Selain pengembang perumahan, juga ada UMKM dan komunitas yang ikut meramaikan pameran,” ujarnya.

Anton menjelaskan, pameran tidak hanya menjadi ajang promosi dan penjualan properti, tetapi juga menjadi sarana komunikasi antara pemerintah daerah dengan para pengembang. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), turut membuka stan pelayanan.

Melalui forum tersebut, pemerintah ingin menyerap berbagai masukan terkait kendala yang dihadapi pengembang, terutama persoalan perizinan dan regulasi yang selama ini dinilai menjadi hambatan investasi.

“Harapannya ada komunikasi aktif antara pemerintah dengan pengusaha. Berbagai persoalan yang muncul bisa didiskusikan untuk menjadi bahan evaluasi agar kebutuhan perumahan di Kabupaten Karanganyar ke depan dapat terpenuhi,” jelasnya.

Anton mengungkapkan, Kecamatan Gondangrejo saat ini menjadi kawasan yang paling diminati untuk pengembangan perumahan karena memiliki ketersediaan lahan yang dinilai lebih sesuai untuk kawasan permukiman. Selain Gondangrejo, kawasan Kota Karanganyar juga mulai berkembang sebagai tujuan investasi sektor properti.

Meski demikian, para pengembang masih menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya keberadaan situs cagar budaya dan penetapan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) yang dinilai memengaruhi proses pengembangan, termasuk pada lahan yang dianggap kurang produktif untuk pertanian.

Dalam pameran tersebut, masyarakat dapat menemukan berbagai pilihan rumah, baik subsidi maupun non-subsidi. Selama penyelenggaraan pameran, setiap transaksi pembelian rumah di lokasi akan mendapatkan potongan harga sebesar Rp2 juta dari masing-masing pengembang yang berpartisipasi.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia juga menjadwalkan gala dinner bersama Bupati Karanganyar. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang dialog antara pemerintah dan pelaku usaha untuk menyampaikan berbagai aspirasi maupun kendala yang dihadapi, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dalam memperbaiki iklim investasi di sektor properti.

“Tujuan utama penyelenggaraan pameran bukan semata meningkatkan penjualan rumah, tetapi juga menciptakan kemudahan investasi melalui perbaikan pelayanan perizinan sehingga semakin banyak investor yang tertarik menanamkan modal di Kabupaten Karanganyar,” pungkasnya.

Penulis  : Iwan Iswanda

Editor     : Alif Nazzala Rizqi


Exit mobile version