Beranda Daerah Dukung Program 3 Juta Rumah, Pemkab Karanganyar Permudah Investasi Perumahan

Dukung Program 3 Juta Rumah, Pemkab Karanganyar Permudah Investasi Perumahan

Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi para pengembang untuk memperkenalkan berbagai pilihan hunian kepada masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti di daerah.

Bupati Karanganyar Rober Christanto mengunjungi stan pameran pembangunan property di Gedung Wanita.(Foto: Iwan)
Bupati Karanganyar Rober Christanto mengunjungi stan pameran pembangunan property di Gedung Wanita.(Foto: Iwan)

KARANGANYAR, Jatengnews.id – Pemerintah Kabupaten Karanganyar menegaskan komitmennya mendukung program nasional pembangunan 3 juta rumah melalui penyelenggaraan Pameran Perumahan dan Pembangunan yang digelar di Gedung Wanita Karanganyar, mulai 8-12 Juli 2026 mendatang.

Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi para pengembang untuk memperkenalkan berbagai pilihan hunian kepada masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti di daerah.

Bupati Karanganyar, Rober Christanto, usai membuka pameran pembangunan property, Rabu (8/7/2026) malam mengatakan, pameran tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan pemerintah pusat dalam mendukung program penyediaan perumahan bagi masyarakat.

“Khususnya pameran perumahan pembangunan ini sebagai tindak lanjut arahan dari pemerintah pusat dalam rangka menyiapkan program 3 juta rumah. Hari ini kami menghadirkan para pengembang untuk memamerkan berbagai produk perumahan yang ada sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan,”ujarnya.

Terkait kesiapan lahan, Rober menjelaskan Pemkab Karanganyar masih melakukan sinkronisasi dengan pemerintah pusat. Salah satu potensi lahan yang tengah dipersiapkan berada di wilayah Jatipuro melalui skema Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Menurutnya, pembahasan mengenai ketersediaan lahan telah dilakukan bersama Komisi II DPR RI dan saat ini proses pemenuhan persyaratan telah mencapai sekitar 87 persen.

Di sisi lain, Rober menilai tingginya minat investor terhadap Karanganyar menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Hal itu juga diperkuat dengan meningkatnya penyaluran kredit sektor properti di Karanganyar, di tengah perlambatan yang terjadi di sejumlah daerah lain di Solo Raya.

“Kondisi ini menunjukkan tingkat keyakinan terhadap pertumbuhan ekonomi di Karanganyar masih sangat tinggi. Pemerintah harus hadir untuk mendorong agar perekonomian dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat, salah satunya melalui penyediaan perumahan,” katanya.

Mengenai kemudahan investasi, Rober memastikan Pemerintah Kabupaten Karanganyar berkomitmen memberikan pelayanan perizinan yang cepat selama seluruh persyaratan dan ketentuan peraturan perundang-undangan dipenuhi.

“Kami tidak pernah mempersulit. Selama sesuai regulasi dan ketentuannya lengkap, tentu akan kami layani,”tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Real Estate Indonesia (REI) Solo Raya Sugeng Budiyono mengungkapkan, Kabupaten Karanganyar menjadi salah satu daerah paling potensial dalam pengembangan perumahan subsidi. Dukungan terhadap program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah dinilai memiliki peluang besar di wilayah Karanganyar dan Sukoharjo.

Dijelaskannya, saat ini pengembangan perumahan yang dikelola anggota REI di Karanganyar dan Sukoharjo mencapai sekitar 1.000 unit, dengan mayoritas merupakan rumah subsidi.

“Di Karanganyar dan Sukoharjo posisi kami sekitar 1.000 unit, dan kebanyakan merupakan rumah subsidi. Adanya pameran perumahan di Karanganyar ini sangat luar biasa karena mendukung target program 3 juta rumah,”ungkapnya.

Menurut Sugeng, Karanganyar menjadi salah satu kabupaten yang memiliki perkembangan paling pesat di Soloraya. Banyaknya kawasan industri dan pabrik menjadi faktor utama tingginya kebutuhan hunian bagi para pekerja.

“Karanganyar saat ini menjadi salah satu kabupaten yang maju. Banyak pabrik yang berdiri sehingga sangat mendukung pembangunan rumah subsidi. Kami dari REI Soloraya siap terus mendukung program pemerintah agar target pembangunan rumah dapat tercapai,”terangnya.

Pasar perumahan di Karanganyar, lanjutnya, sangat menjanjikan karena berada di kawasan penyangga Kota Solo. Wilayah seperti Jaten, Palur, hingga Gadingrejo menjadi lokasi strategis karena hanya berjarak sekitar 500 meter dari Kota Solo.

“Pasarnya bagus karena Karanganyar berada di ring 1 Solo. Konsumennya bukan hanya masyarakat Karanganyar, tetapi juga dari Solo. Ditambah lagi banyak pabrik di sekitar kawasan tersebut yang membutuhkan karyawan,” jelasnya.

Sugeng menambahkan, program rumah subsidi semakin diminati karena didukung skema pembiayaan yang ringan. Dengan harga rumah subsidi sekitar Rp166 juta dan tenor kredit hingga 40 tahun, masyarakat dapat memiliki rumah dengan angsuran sekitar Rp500 ribu per bulan.

“Program ini sangat membantu masyarakat yang belum memiliki rumah. Dengan angsuran yang terjangkau, keluarga kecil bisa memiliki rumah sendiri berkat dukungan pemerintah,”pungkasnya.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka N

Exit mobile version