SUKOHARJO, Jatengnews.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo memastikan roda pemerintahan tetap berjalan normal setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, pada Kamis (9/7/2026) petang.
Kepastian tersebut disampaikan Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, usai mengikuti ziarah ke makam pendiri dan sesepuh Sukoharjo, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ziarah tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kabupaten Sukoharjo yang akan diperingati pada 15 Juli 2026.
Menanggapi OTT yang dilakukan KPK, Eko mengaku belum dapat memberikan banyak keterangan karena masih menunggu penjelasan resmi dari lembaga antirasuah tersebut terkait perkara yang sedang ditangani.
“Kami belum bisa menyampaikan banyak karena masih menunggu apa sebenarnya poin atau persoalan yang sedang ditangani. Kami menunggu rilis resmi atau keterangan dari KPK,” ujar Eko.
Ia juga meminta doa agar seluruh pihak yang saat ini dimintai keterangan diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalani proses hukum.
“Kami mohon doa agar semua yang sedang dimintai keterangan diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menghadapi proses hukum yang sedang berjalan,” katanya.
Meski demikian, Eko menegaskan bahwa proses pemerintahan di Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan sebagaimana mestinya dan pelayanan kepada masyarakat tidak akan terganggu.
“Kami harapkan semua bisa berjalan seperti biasa, tetap tenang. Proses pemerintahan tetap berjalan,” tegasnya.
Saat ditanya mengenai komunikasi terakhir dengan Bupati Etik Suryani, Eko mengatakan terakhir kali bertemu saat menghadiri kegiatan di Batalyon Infanteri. Namun, ia enggan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai apakah dalam pertemuan tersebut sempat membahas OTT KPK.
“Kami ketemu terakhir kemarin di Batalyon. Cukup ya,” pungkasnya.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka N
