Beranda Daerah PLN Indonesia Power UBP Semarang Perkuat Pengasuhan Anak Berkebutuhan Khusus

PLN Indonesia Power UBP Semarang Perkuat Pengasuhan Anak Berkebutuhan Khusus

Pelatihan ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat kapasitas para pengelola Tempat Penitipan Anak (TPA) dan kader Bina Keluarga Balita (BKB)

Pengasuhan Anak Berkebutuhan Khusus di Hotel Muria, Semarang, Selasa (7/7/2026).
Para peserta mengikuti sosialisasi pelatigan Pengasuhan Anak Berkebutuhan Khusus di Hotel Muria, Semarang, Selasa (7/7/2026).

SEMARANG, Jatengnews.id – Upaya meningkatkan kualitas pengasuhan anak, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus, terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak.

Bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026, PT PLN Indonesia Power UBP Semarang bersama Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Jawa Tengah menggelar Pendampingan Program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) dan Bina Keluarga Balita (BKB) melalui Pelatihan Pengasuhan Anak Berkebutuhan Khusus di Hotel Muria, Semarang, Selasa (7/7/2026).

Pelatihan ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat kapasitas para pengelola Tempat Penitipan Anak (TPA) dan kader Bina Keluarga Balita (BKB) agar mampu memberikan layanan pengasuhan yang lebih inklusif, sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam mengenali tumbuh kembang anak sejak dini.

Dengan bekal tersebut, anak-anak berkebutuhan khusus diharapkan memperoleh pendampingan yang lebih tepat sehingga dapat berkembang secara optimal sesuai potensinya.

Sebanyak 60 peserta yang terdiri atas 31 pengelola TPA di Kota Semarang dan 29 kader BKB Kecamatan Semarang Utara mengikuti pelatihan ini. Mereka mendapatkan materi mengenai pengasuhan anak berkebutuhan khusus, deteksi dini tumbuh kembang, hingga strategi menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh anak.

Materi disampaikan oleh akademisi Universitas Diponegoro (UNDIP), Dr. Febrian Kristiana, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dan Costrie Ganes Widayanti, S.Psi., M.Si.Med., Ph.D. Keduanya membekali peserta dengan pendekatan praktis agar mampu mendampingi anak berkebutuhan khusus secara tepat, sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam proses tumbuh kembang anak.

Ir. Rusman Efendi, M.M., mengatakan bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang berkualitas. Menurutnya, anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk memperoleh pengasuhan terbaik sehingga membutuhkan dukungan dari keluarga, pengasuh, dan pemerintah.

“Melalui pelatihan ini kami ingin memperluas kapasitas kader BKB dan pengasuh TAMASYA agar tidak hanya memahami pengasuhan anak secara umum, tetapi juga memiliki keterampilan dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Harapannya, semakin banyak anak yang memperoleh pendampingan sesuai kebutuhannya sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan berkualitas,” ujarnya.

Senior Manager PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, Eva Wirabuana, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Kolaborasi dengan BKKBN, Pemerintah Kota Semarang, dan Universitas Diponegoro merupakan upaya kami untuk menghadirkan program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Kami berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diterapkan dan disebarluaskan kepada keluarga-keluarga di lingkungan masing-masing sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” katanya.

Sementara itu, dr. Lilik Faridah, M.M., menilai peningkatan kapasitas kader BKB dan pengelola TPA akan berdampak langsung terhadap kualitas layanan pendampingan keluarga.

“Dengan kemampuan melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak dan memberikan edukasi kepada orang tua, kader diharapkan mampu mendorong lahirnya keluarga yang lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting di Kota Semarang,” tuturnya.

Antusiasme peserta juga terlihat selama pelatihan berlangsung. Perwakilan peserta, Cokrowati dari BKB Sasana Sekar Tanjung, mengaku memperoleh banyak wawasan baru yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan pendampingan di masyarakat.

“Materi yang kami terima sangat bermanfaat. Kami menjadi lebih memahami cara mendampingi anak berkebutuhan khusus dan akan membagikan pengetahuan ini kepada para orang tua agar semakin banyak anak memperoleh pengasuhan yang tepat,” ungkapnya. (01).

Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara

Exit mobile version