
SEMARANG, Jatengnews.id – Sebanyak 12 desa wisata dan 3 Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) di Kota Semarang unjuk potensi dalam Festival Desa Wisata Kota Semarang 2026 yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang di Bumi Perkemahan Harda Walika, Desa Wisata Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Sabtu (11/7/2026).
Festival ini menjadi ajang bagi desa-desa wisata untuk menampilkan berbagai potensi unggulan, mulai dari pengelolaan administrasi dan promosi melalui video profil, stan pameran produk unggulan, hingga atraksi seni dan budaya.
Asisten Sekda Kota Semarang, Wing Wiyarso Poespojoedho, mengatakan penyelenggaraan Festival Desa Wisata Kota Semarang tahun ini menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Menurutnya, kualitas seluruh peserta semakin meningkat sehingga persaingan berlangsung sangat ketat.
“Hampir semua peserta memiliki nilai yang tipis. Kualitasnya juga sangat baik sehingga seluruh desa wisata yang mengikuti festival ini tampil luar biasa. Ini membuktikan bahwa desa-desa wisata di Kota Semarang terus berkembang dan semakin maju,” ujarnya.
Wing menegaskan, Festival Desa Wisata bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana untuk bersama-sama membesarkan desa wisata sebagai salah satu penggerak sektor pariwisata di Kota Semarang.
Menurutnya, Pemerintah Kota Semarang terus memberikan perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat melalui sektor pariwisata. Pengembangan desa wisata juga menjadi bagian dari program prioritas Wali Kota Semarang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Pariwisata menjadi salah satu sektor yang terus kami dorong karena mampu memberdayakan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Semarang yang semakin hebat melalui potensi wisata yang dimiliki setiap wilayah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari, mengatakan festival ini membawa tema “Bersama Membangun Desa Wisata dan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Produk Unggulan Daerah”. Kegiatan ini juga digelar sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Semarang terhadap pengembangan desa wisata.
Keberadaan desa wisata dinilai menjadi salah satu daya tarik yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Semarang.
Ia mengapresiasi penampilan seluruh peserta yang dinilai mengalami peningkatan kualitas dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Seluruh peserta tampil luar biasa. Mulai dari penyajian video profil, atraksi seni dan budaya, hingga stan pameran yang dikelola masing-masing desa wisata menunjukkan kreativitas dan kesiapan mereka dalam mengembangkan potensi wisata,” ujarnya.
Pada Festival Desa Wisata Kota Semarang 2026, terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni kategori Video dan Administrasi, Stan Pameran, serta Atraksi Seni dan Budaya.
Pada kategori Video dan Administrasi, Juara I diraih Desa Wisata Kampoeng Djadhoel, Juara II Desa Wisata Pudakpayung, dan Juara III Desa Wisata Jatirejo.
Sementara pada kategori Stan Pameran, Juara I diraih Desa Wisata Sawah Tambangan, Juara II Desa Wisata Jatirejo, dan Juara III Desa Wisata Kampoeng Djadhoel.
Adapun pada kategori Atraksi Seni dan Budaya, Juara I diraih Desa Wisata Sawah Tambangan, Juara II Desa Wisata Kampoeng Djadhoel, dan Juara III Desa Wisata Kandri.
Melalui festival ini, Pemerintah Kota Semarang berharap desa-desa wisata terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mampu menjadi destinasi unggulan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan kemajuan sektor pariwisata di Kota Semarang. (01).
Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara