Beranda Headline Gagal Masuk Sekolah Negeri, 3.663 Siswa Jateng Kini Bisa Sekolah Gratis

Gagal Masuk Sekolah Negeri, 3.663 Siswa Jateng Kini Bisa Sekolah Gratis

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun ajaran sebelumnya yang hanya mencapai 2.390 siswa

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung pelaksanaan hari pertama pembelajaran Program Sekolah Kemitraan di SMA Laboratorium UPGRIS, Kota Semarang
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung pelaksanaan hari pertama pembelajaran Program Sekolah Kemitraan di SMA Laboratorium UPGRIS, Kota Semarang, Senin (13/7/2026). (Foto: dok/humas)

SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera melalui Program Sekolah Kemitraan. Pada tahun ajaran 2026/2027, program sekolah gratis tersebut menggandeng 139 sekolah swasta, terdiri atas 56 SMA dan 83 SMK.

Sebanyak 3.663 siswa diterima melalui program ini, meliputi 1.063 siswa SMA dan 2.600 siswa SMK. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun ajaran sebelumnya yang hanya mencapai 2.390 siswa.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung pelaksanaan hari pertama pembelajaran Program Sekolah Kemitraan di SMA Laboratorium UPGRIS, Kota Semarang, Senin (13/7/2026).

Program ini menjadi solusi bagi anak-anak yang tidak lolos seleksi sekolah negeri agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya. Melalui kerja sama dengan sekolah swasta, mereka tetap memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Rafa Fidianto, siswa SMA Laboratorium UPGRIS Semarang. Putra seorang pengemudi ojek itu mengaku bersyukur akhirnya bisa mengenakan seragam SMA pada hari pertama sekolah, meski sebelumnya gagal diterima di sekolah negeri karena nilai yang belum mencukupi.

“Sebelumnya saya sempat mendaftar ke sekolah negeri, tetapi nilai saya tidak cukup. Saya senang bisa sekolah di sini karena bisa mendapat banyak teman,” ujar Rafa saat berdialog dengan Ahmad Luthfi.

Di Kota Semarang, Program Sekolah Kemitraan menerima 51 siswa yang tersebar di tiga sekolah, yakni SMA Laboratorium UPGRIS sebanyak 24 siswa, SMK Bina Nusantara 21 siswa, dan SMK Ibu Kartini enam siswa.

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 55 siswa juga menerima bantuan perlengkapan sekolah dan sepatu. Selain itu, para orang tua siswa memperoleh paket sembako dari Baznas Jawa Tengah.

Dalam arahannya, Ahmad Luthfi meminta kepala sekolah dan para guru memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung aman, humanis, dan menyenangkan.

“Tidak ada lagi perpeloncoan, tidak ada lagi perundungan, apalagi sampai menimbulkan rasa minder. Sekolah tidak menakutkan, tetapi harus menjadi tempat yang menyenangkan sehingga anak-anak merasa nyaman,” tegasnya.

Ia juga berpesan kepada para siswa agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya untuk meraih cita-cita sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Kalian harus menjadi anak-anak yang berbakti kepada orang tua, mempunyai cita-cita yang luhur, serta mampu mengubah diri sendiri maupun keluarga menjadi lebih baik,” pungkasnya. (01).

Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara

Exit mobile version