KARANGANYAR, Jatengnews.id – Pameran Pembangunan Perumahan yang digelar di Gedung Wanita Karanganyar resmi ditutup pada Minggu (12/7/2026) malam. Selama lima hari pelaksanaan, pameran tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan diharapkan menjadi agenda tahunan untuk mendorong investasi di sektor properti.
Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Karanganyar, Sri Danarto, mengatakan penyelenggaraan pameran menjadi bukti terjalinnya kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kabupaten Karanganyar dengan asosiasi pengembang perumahan.
“Evaluasinya bagus. Kolaborasi antara Pemkab dengan asosiasi sudah berjalan dengan baik. Ke depan sebaiknya dikembangkan lagi dan tidak berhenti pada tahun ini saja. Tahun depan kami akan menginisiasi kembali kolaborasi dengan asosiasi terkait event-event seperti ini,” ujarnya kepada awak media.
Menurut Sri Danarto, kegiatan tersebut turut membuka peluang investasi di Kabupaten Karanganyar, khususnya di sektor properti. Terlebih, Kabupaten Karanganyar telah memiliki Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang memberikan kepastian hukum bagi investor dalam mengembangkan usahanya.
“Dengan adanya event seperti ini otomatis membuka peluang investasi. Apalagi sudah terbit RDTR Kecamatan Karanganyar yang mencakup wilayah Karanganyar, Jaten, dan sebagian Tasikmadu. Kepastian investasi menjadi lebih terjamin dengan adanya Perda RDTR yang terbit pada 2024,” jelasnya.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah masukan dari investor terkait pelayanan. Namun, hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan investasi di Kabupaten Karanganyar.
Sementara itu, Ketua Panitia Pameran Pembangunan Perumahan, Paksi Hidyatullah, mengatakan nilai transaksi selama pameran belum dapat dipastikan karena masih menunggu laporan dari masing-masing pengembang.
“Untuk transaksi pastinya memang belum tercatat karena belum ada laporan dari para pengembang. Nanti akan kami tindak lanjuti,” katanya.
Meski demikian, ia menilai antusiasme masyarakat selama lima hari penyelenggaraan sangat tinggi. Sebanyak 60 stan diikuti oleh pengembang perumahan, perbankan, dan sponsor yang menawarkan berbagai produk serta layanan pendukung kepemilikan rumah.
Menurut Paksi, salah satu daya tarik pameran adalah pemberian voucher senilai Rp2 juta untuk uang muka (DP) pembelian rumah. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara asosiasi pengembang, perbankan, dan para pengembang perumahan.
“Alhamdulillah masyarakat banyak yang berkunjung. Kami memberikan voucher gratis Rp2 juta untuk DP rumah agar masyarakat lebih tertarik memiliki rumah,” ujarnya.
Ia menambahkan, mayoritas pengunjung lebih berminat pada perumahan subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dibandingkan perumahan komersial.
“Mayoritas yang diminati adalah perumahan subsidi. Minatnya lebih tinggi dibandingkan perumahan komersial,” katanya.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, pihaknya berencana kembali menggelar pameran serupa pada tahun depan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Langkah tersebut diharapkan dapat semakin mendorong pertumbuhan investasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka N
