Beranda Daerah BAF Tanam 20 Ribu Bibit Mangrove di Semarang, Wujud Komitmen Jaga Lingkungan

BAF Tanam 20 Ribu Bibit Mangrove di Semarang, Wujud Komitmen Jaga Lingkungan

Kegiatan ini menjadi bagian dari program BAF ECO Move yang tahun ini dilaksanakan di Semarang dan Kendal

Jajaran direksi dan senior management BAF memberikan donasi kepada LindungiHutan, dalam acara penanaman bibit mangrove di Pantai Mangunharjo, Semarang
Jajaran direksi dan senior management BAF memberikan donasi kepada LindungiHutan, dalam acara penanaman bibit mangrove di Pantai Mangunharjo, Semarang, pada Selasa, 14 Juli 2026. (Foto: Shodiqin)

SEMARANG, Jatengnews.id – PT Bussan Auto Finance (BAF) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menggelar penanaman ribuan bibit mangrove di kawasan Pantai Mangunharjo, Kota Semarang, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program BAF ECO Move yang tahun ini dilaksanakan di Semarang dan Kendal.

Associate Director BAF, Hendri Hermansyah, mengatakan Semarang kembali dipilih sebagai lokasi penanaman karena merupakan kelanjutan dari program yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.

“Semarang kami pilih karena tahun lalu kami juga melakukan penanaman di wilayah ini. Program ini kami lanjutkan sebagai bentuk komitmen agar upaya pelestarian lingkungan tidak berhenti hanya sekali, tetapi terus berkelanjutan,” ujarnya saat diwawancara wartawan usai penanaman bibit Mangrove di Semarang.

Menurut Hendri, keberlanjutan menjadi kunci dalam program BAF ECO Move. Perusahaan ingin memastikan kontribusinya terhadap lingkungan terus memberikan manfaat bagi kawasan pesisir, khususnya di Semarang.

Ia menjelaskan, sebagai perusahaan yang bergerak di industri pembiayaan otomotif, BAF menyadari pentingnya berkontribusi dalam mengurangi dampak emisi karbon melalui aksi nyata.

“Melalui penanaman mangrove ini kami berharap dapat membantu menyerap emisi karbon dioksida sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap kelestarian lingkungan, khususnya di Kota Semarang,” katanya.

Pada tahun ini, BAF menanam lebih dari 20.000 bibit mangrove di tiga titik, yakni Pantai Mangunharjo dan Pantai Tambakrejo di Kota Semarang serta Pantai Kartika Jaya di Kabupaten Kendal. Seremoni penanaman dipusatkan di Pantai Mangunharjo dengan melibatkan jajaran manajemen, Komite CSR BAF, karyawan (BAFers), serta berbagai mitra.

Hendri menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menghijaukan kawasan pesisir, tetapi juga mengajak masyarakat semakin peduli terhadap pentingnya menjaga ekosistem pantai yang berperan besar dalam menekan emisi karbon dan mencegah abrasi.

Secara nasional, penanaman di Semarang dan Kendal merupakan bagian dari BAF ECO Move yang telah memasuki tahun keempat pelaksanaannya. Sejak 2023, BAF telah menanam lebih dari 80.000 bibit mangrove di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali.

Program tersebut dijalankan bersama platform pemberdayaan lingkungan LindungiHutan dengan melibatkan karyawan dan mitra BAF dalam setiap kegiatan penghijauan. Hingga 31 Januari 2026, inisiatif ini telah berkontribusi mereduksi emisi karbon lebih dari 214 juta kgCO2eq, dan angkanya diperkirakan terus bertambah seiring pertumbuhan pohon mangrove yang telah ditanam.

Associate Director BAF, Ivan Sebastian, menegaskan bahwa konsistensi penanaman mangrove selama empat tahun merupakan komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan.

“Konsistensi kami menanam lebih dari 80.000 bibit mangrove di berbagai daerah merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam mengurangi emisi karbon sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan hidup,” ujarnya.

Menurut Ivan, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Ke depan, BAF berharap BAF ECO Move terus memberikan manfaat yang lebih luas, baik dalam menjaga keanekaragaman hayati, mengurangi emisi karbon, maupun menginspirasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. (01).

Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara

Exit mobile version