SEMARANG, Jatengnews.id – Cuaca di Kota Semarang diprakirakan tetap cerah berawan hingga berawan pada Selasa (14/7/2026) malam hingga Rabu (15/7/2026) pagi.
Meski kondisi cuaca relatif kondusif, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang mengimbau masyarakat Jawa Tengah untuk mewaspadai potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Prakiraan cuaca tersebut berlaku selama 12 jam, mulai pukul 19.00 WIB pada 14 Juli hingga pukul 07.00 WIB pada 15 Juli 2026.
Khusus wilayah Semarang dan sekitarnya, cuaca diperkirakan didominasi cerah berawan hingga berawan. Suhu udara berkisar 23–29 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 75–95 persen. Angin bertiup dari arah Timur Laut hingga Barat Daya dengan kecepatan 3–20 km/jam, sehingga kondisi cuaca masih cukup nyaman untuk aktivitas malam maupun pagi hari.
Berdasarkan pengamatan BMKG pada Selasa (14/7/2026) pukul 17.30 WIB, kondisi cuaca di Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang terpantau cerah berawan. Saat itu suhu udara mencapai 29,6 derajat Celsius, kelembapan udara 77 persen, sementara angin bertiup dari arah utara dengan kecepatan sekitar 6 km/jam.
Secara umum, cuaca di wilayah Jawa Tengah juga didominasi cerah berawan hingga berawan. BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang relatif kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, sehingga masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran terbuka yang dapat memicu kebakaran.
Untuk kondisi atmosfer, angin di wilayah Jawa Tengah diprakirakan bertiup dari Timur Laut hingga Barat Daya dengan kecepatan 3–20 km/jam. Suhu udara di provinsi ini berkisar 14–30 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara berada pada rentang 75–95 persen.
Di sektor kelautan, BMKG memprakirakan tinggi gelombang di Perairan Utara Jawa Tengah mencapai 0,5–2,5 meter, sedangkan di Perairan Selatan Jawa Tengah berkisar 1,25–2,5 meter. Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut diminta tetap memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melaut.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama di Semarang dan wilayah lain di Jawa Tengah, untuk terus mengikuti pembaruan informasi cuaca sebagai langkah antisipasi dalam merencanakan aktivitas, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara
