KARANGANYAR, Jatengnews.id – Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya Jawa dengan menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.
Kegiatan yang menggandeng Paguyuban Dalang Karanganyar tersebut menjadi upaya memperkenalkan nilai-nilai luhur wayang kepada generasi muda.
Ratusan warga memadati lokasi pertunjukan yang menghadirkan lakon “Semar Mbangun Kahyangan”. Pentas budaya itu dibawakan oleh dua dalang, Ki Sularno Guno Carito dan Satriyo Wibowo, serta semakin meriah dengan penampilan dagelan Ompong Kusuma yang menghibur penonton hingga dini hari.
Bagi Sumanto, wayang kulit memiliki peran lebih dari sekadar hiburan. Di dalamnya tersimpan berbagai pesan moral, filosofi kehidupan, hingga ajaran tentang kebersamaan yang tetap relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
“Melalui pagelaran seperti ini, kita ikut menjaga dan melestarikan budaya Jawa, khususnya wayang kulit yang menjadi identitas sekaligus kebanggaan masyarakat,” ujar Sumanto.

Menurutnya, tantangan terbesar pelestarian wayang saat ini adalah menumbuhkan ketertarikan generasi muda. Karena itu, ia menilai pengenalan terhadap cerita, karakter, dan makna di balik tokoh-tokoh pewayangan harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih menarik serta mudah dipahami oleh kalangan milenial dan Gen Z.
Ia menjelaskan, ketika anak muda memahami alur cerita dan pesan yang terkandung dalam setiap lakon, mereka akan melihat wayang sebagai karya budaya yang kaya nilai, bukan sekadar kesenian tradisional yang dianggap kuno.
“Lakon *Semar Mbangun Kahyangan* mengajarkan pentingnya perubahan ke arah yang lebih baik, semangat gotong royong, dan membangun karakter yang berakhlak. Nilai-nilai seperti ini masih sangat dibutuhkan oleh generasi sekarang,” katanya.
Pagelaran yang melibatkan Paguyuban Dalang Karanganyar juga menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal. Kehadiran para dalang dalam satu panggung dinilai mampu menjaga eksistensi kesenian tradisional sekaligus memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati pertunjukan wayang secara langsung.
Sumanto menegaskan pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan pembangunan daerah. Menurutnya, wayang kulit, karawitan, maupun berbagai kesenian tradisional lainnya merupakan warisan budaya yang perlu terus dirawat agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Ia berharap kegiatan kebudayaan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu melahirkan regenerasi dalang dan seniman muda. Sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, komunitas seni, dan masyarakat juga dinilai penting untuk memastikan kesenian tradisional tetap hidup dan berkembang di Kabupaten Karanganyar.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara