KLATEN, Jatengnews.id – Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan sekitar 1.000 tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan selama musim kemarau 2026.
Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga September bahkan Oktober.
Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Syahruna, mengatakan penyaluran bantuan air bersih dilakukan berdasarkan permohonan dari pemerintah desa yang kemudian diverifikasi oleh tim BPBD di lapangan.
“Dropping air ini pertama atas usulan dari desa, kemudian kami menurunkan tim untuk mengecek kondisi dan kebutuhan air di wilayah tersebut,” kata Syahruna, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, hingga pertengahan Juli 2026 BPBD Klaten telah menyalurkan 236 tangki atau sekitar 1.180.000 liter air bersih kepada warga yang mengalami krisis air.
Empat desa di Kecamatan Kemalang menjadi wilayah yang paling terdampak, yakni Tegalmulyo, Sidorejo, Tlogowatu, dan Kendalsari. Kekeringan di kawasan lereng Gunung Merapi tersebut mulai dirasakan warga sejak pertengahan Mei seiring menipisnya cadangan air hujan yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan rumah tangga.
Selain mengandalkan anggaran pemerintah, BPBD juga menggandeng berbagai pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) agar distribusi air bersih dapat terus berjalan selama musim kemarau.
Syahruna mengingatkan bahwa dampak kemarau tahun ini tidak hanya berupa kekurangan air bersih, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta gangguan kesehatan akibat cuaca panas.
“Musim kemarau tahun 2026 ini diperkirakan berlangsung panjang. Dampaknya bukan hanya kekeringan, tetapi juga potensi karhutla. Karena itu masyarakat kami imbau menggunakan air secara efisien dan tetap menjaga kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat sebanyak 15 kabupaten/kota, 157 desa di 64 kecamatan terdampak kekeringan. Sebanyak 21.949 kepala keluarga atau 61.456 jiwa telah menerima manfaat bantuan air bersih yang disalurkan BPBD bersama pemerintah daerah.
Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah juga tengah menyiapkan pembangunan jaringan pipa PDAM dari Tangkil menuju Desa Tlogowatu. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memenuhi sekitar 60–70 persen kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah yang selama bertahun-tahun mengalami kesulitan mendapatkan sumber air tanah.
Penulis : Jaka N
Editor : Shodiqin
