
SEMARANG, Jatengnews.id – Prosesi Upacara Kepaniteraan atau Ucap Janji Mahasiswa Keperawatan di STIKes Elisabeth Semarang menjadi awal bagi puluhan mahasiswa untuk mempersiapkan diri memasuki dunia praktik klinik di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Salah satu mahasiswa berprestasi Program Studi S1 Ilmu Keperawatan, Valentino Bagas Krinsma, mengaku mulai mempersiapkan diri menghadapi praktik klinik yang akan dijalani pada semester tiga di Rumah Sakit Elisabeth Semarang.
Mahasiswa dengan IPK 3,96 itu mengatakan persiapan yang dilakukan tidak hanya memperkuat pemahaman teori, tetapi juga memantapkan kesiapan mental agar lebih percaya diri saat berhadapan langsung dengan pasien.
“Kami mengulang kembali materi yang sudah dipelajari di kampus supaya tetap melekat. Selain itu, mental juga harus dipersiapkan agar lebih percaya diri ketika mulai praktik di rumah sakit,” ujarnya kepada Jatengnews.id, Kamis (16/7/2026).
Menurut Bagas, praktik klinik akan dilaksanakan secara bertahap melalui beberapa blok. Pola tersebut memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk terus mengasah keterampilan sekaligus memperkuat pemahaman materi yang telah dipelajari selama perkuliahan.
Hal senada disampaikan mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi, Maria Anjini Lalian. Mahasiswa tingkat tiga dengan IPK 3,73 itu mengatakan dirinya bersama 10 mahasiswa lainnya akan menjalani praktik klinik secara berkelompok.
Menurutnya, praktik di rumah sakit menjadi pengalaman penting karena mahasiswa tidak hanya menerapkan teori yang dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga menghadapi langsung berbagai kondisi pasien.
“Persiapannya tentu belajar lagi dan memantapkan mental. Saat praktik nanti kami harus mampu menerapkan ilmu yang sudah dipelajari di kampus,” katanya.
Maria menjelaskan, peran mahasiswa gizi saat praktik tidak hanya berkaitan dengan penyusunan menu makanan. Mereka juga dituntut memahami kebutuhan nutrisi setiap pasien berdasarkan kondisi kesehatan, penyakit yang diderita, hingga kandungan gizi dalam setiap makanan yang diberikan.
“Setiap pasien memiliki kebutuhan gizi yang berbeda, sehingga kami harus benar-benar memahami kondisi mereka sebelum menentukan kebutuhan nutrisinya,” jelasnya.
Praktik klinik mahasiswa gizi pada semester ini dijadwalkan berlangsung selama satu minggu. Selanjutnya, mereka akan kembali menjalani praktik lanjutan pada semester tujuh dengan tanggung jawab yang lebih besar.
Ketua Panitia Ucap Janji, Maria Suryani, menjelaskan prosesi tersebut diikuti oleh 69 mahasiswa yang terdiri atas 13 mahasiswa Program D3 Keperawatan, 45 mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Keperawatan, dan 11 mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi.
Menurutnya, Ucap Janji menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan mahasiswa sebagai bentuk kesiapan dan komitmen sebelum menjalani praktik klinik serta mengabdikan diri di dunia kesehatan.
“Melalui ucap janji ini, mahasiswa menyatakan bahwa mereka benar-benar siap dan mantap untuk mengabdikan diri di dunia kesehatan. Ini menjadi bentuk komitmen sebelum mereka terjun memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya. (01).
Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara