Beranda Daerah Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Sambangi Rumah Duka Korban Kecelakaan Kereta di Semarang

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Sambangi Rumah Duka Korban Kecelakaan Kereta di Semarang

Ahmad Luthfi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus memastikan pemerintah memberikan pendampingan kepada para korban dan keluarganya.

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi saat di rumah duka korban kecelakaan kereta Semarang di Kuningan, Semarang Utara, Senin (20/7/2026). (Foto: Kamal)
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi saat di rumah duka korban kecelakaan kereta Semarang di Kuningan, Semarang Utara, Senin (20/7/2026). (Foto: Kamal)

SEMARANG, Jatengnews.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengunjungi rumah duka korban kecelakaan di perlintasan sebidang Kokrosono, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Senin (20/7/2026) sore.

Dalam kunjungannya, Ahmad Luthfi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus memastikan pemerintah memberikan pendampingan kepada para korban dan keluarganya.

“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Saya sudah memerintahkan Jasa Raharja agar segera memproses santunan bagi keluarga korban,” ujar Ahmad Luthfi saat ditemui di rumah duka di kawasan Kuningan, Semarang Utara.

Berdasarkan data yang diterima, kecelakaan tersebut melibatkan tiga korban. Rujito (45), yang merupakan paman dari dua anak korban, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara Hafizh Rehan (9) meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan kakaknya, Ibrahim (12), masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Selain memastikan proses santunan dari Jasa Raharja, Gubernur juga meminta Dinas Kesehatan untuk menjamin penanganan medis bagi korban yang masih menjalani perawatan.

Sesuai ketentuan, santunan bagi korban meninggal dunia sebesar Rp50 juta, sedangkan korban yang mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di rumah sakit mendapatkan jaminan biaya perawatan hingga **maksimal Rp20 juta.

Pada kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, khususnya di perlintasan sebidang kereta api.

Ia mengimbau pengendara tidak memaksakan diri menerobos perlintasan ketika palang pintu sudah mulai ditutup atau saat sinyal kereta telah berbunyi.

“Jangan terburu-buru ketika melintas di perlintasan kereta api. Keselamatan harus menjadi prioritas. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tuturnya.

Peristiwa tragis tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan dan disiplin saat melintasi perlintasan kereta api demi mencegah terulangnya kecelakaan serupa.

Penulis  : Muhammad Kamal

Editor     : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version