
SEMARANG, Jatengnews.id – Aliansi Jateng Guyub melakukan aksi ritual nyiwer, yakni mengelilingi Kantor Gubernur sambil membaca doa dan membawa berbagai sesaji, Rabu (22/7/2026) sore.
Sebelumnya telah diketahui bahwa terdapat ratusan massa dari 28 kabupaten/kota yang menggruduk kantor Gubernur Jateng.
Mereka menyuarakan berbagai isu, dari mulai isu kriminalisasi, lingkungan, hingga massalah ekonomi seperti PHK massal.
Terpatau sekitar pukul 13.30 WIB massa tiba di lokasi. Kemudian perwakilan dari berbagai kabupaten/kota melakukan orasi.
Baru sekitar pukul 15.20 WIB perwakilan massa dengan membawa nasi tumpeng dan beberapa sesaji lainnya dibawa memutari Kantor Gubernur. Aksi ini sebagai bentuk upaya menyadarkan para pejabat.
Koordinator Aksi Jateng Guyub, Joko Prianto menyampaikan, aksi nyiwer merupakan tradisi Jawa yang bakal dilaksanakan.
“Itu merupakan bentuk spiritual tolak balak agar orang di perkantoran ini yang jelek-jelek hilang,” paparnya kepada Jatengnews.id di sela-sela aksi.
Massa berjalan dari mulai jalan Pahalawan, Jalan Menteri Supeno, kemudian memasuki jalan perkampungan Mugassari belakang Kantor Gubernur dan kembali ke titik awal.
“Kegiatan ini ada yang memimpin dan perwakilan sekitar 20 sampai 30 orang, membawa sesaji,” terangnya.
Sepanjang perjalanan mereka juga melantunkan kalimah toyibah. Selain itu, setiap melewati gerbang mereka juga berhenti, terpantau ada enam titik gerbang yang diberikan dupa sebagai tanda ritual nyiwer.
Penulis : M Kamal
Editor : Jaka N