
SEMARANG, Jatengnews.id – Hari kedua demo aliansi ‘Jateng Guyub’ di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Jalan Pahlawan Kota Semarang, pada Kamis (23/7/2026).
Sebelumnya telah diketahui bahwa aksi ini merupakan gabungan dari berbagai elemen masyarakat yang terdiri dari 28 kabupaten/kota di Jateng.
Mereka datang dengan membawa berbagai isu yang ada di daerah Jateng seperti isu kriminalisasi, lingkungan, hingga masalah ekonomi seperti PHK massal.
Aksi ini dimulai sejak pukul 14.30 WIB hingga berita ini ditayangkan masih berlangsung. Mulai dari orasi, panggung bebas lagu perlawanan hingga dapur rakyat.
Koordinator aksi, Joko Prianto menyampaikan, bahwa ada tiga band indie yang tampil menyanyikan musik perlawanan.
“Kalau massanya masih sama seperti kemarin (28 kabupaten/kota di Jateng). Kalau musiknya ini sebagai bentuk perlawanan atas kondisi pemerintahan hari ini,” ucapnya disela-sela aksi.
Selain itu, musik juga dinilai sebagai aksi untuk menghibur masyarakat marginal.
Hari ini, mereka mengangkat isu tambang yang hari ini dinilai menyusahkan masyarakat kecil.
“Kami lihat pemerintah abai, teledor dan terkesan membiarkan,” ungkapnya.
Adapun untuk daput umum yang mereka buka di depan Kantor Gubernur tersebut sebagai bentuk kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Selama tiga hari konsumsi makanan ini di kelola teman-teman kolektif Semarang, seperti Barapuan,” kata Tim Teknis Jateng Guyub Cornelius Gea.
Ia juga menyampaikan, bahwa bahan makanan dan modalnya berangkat dari masyarakat semua yang mengikuti aksi dari berbagai daerah.
“Menu seputar sayur tempe, telor, ayam, ikan asin, kita dimasakan oleh warga Kampung Tambakrejo Semarang,” ujarnya.
Pasalnya, mengkritik MBG bukan kali pertama dilakukan oleh warga Jateng.
“Yang pasti ini kita kelola bersama, tidak beracun dan tidak akan ada di korupsi,” tegasnya.
Penulis : M Kamal
Editor : Jaka N