
Semarang, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan Program Multidisiplin 1 bertajuk “Zero Organic Waste” di Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah organik rumah tangga menjadi produk yang lebih bermanfaat sekaligus bernilai ekonomi.
Kegiatan yang melibatkan masyarakat setempat tersebut mengusung konsep ekonomi sirkular, yakni memanfaatkan limbah organik agar dapat digunakan kembali sebagai sumber daya yang berguna bagi lingkungan maupun masyarakat.
Program Zero Organic Waste dilaksanakan melalui tiga kegiatan utama yang saling terintegrasi, yaitu pembangunan kandang Eker-Eker Ayam, pembuatan biopori multifungsi berukuran besar, serta sosialisasi pengolahan limbah organik menjadi pupuk alami.
Koordinator kegiatan menjelaskan bahwa seluruh program dirancang agar masyarakat dapat menerapkan pengelolaan sampah organik secara sederhana menggunakan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Kegiatan pertama berupa pembangunan kandang Eker-Eker Ayam di lingkungan Kelurahan Pudak Payung.
Kandang tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemeliharaan ayam, tetapi juga menjadi media edukasi mengenai pemanfaatan limbah organik rumah tangga sebagai pakan tambahan ayam.
Melalui inovasi ini, masyarakat diharapkan mampu mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari hasil peternakan skala rumah tangga.
Selain itu, mahasiswa KKN Undip juga membangun biopori multifungsi berukuran besar di kawasan Villa Pinus. Berbeda dengan biopori pada umumnya, inovasi ini memiliki fungsi ganda.
Bagian bawah biopori dimanfaatkan sebagai tempat pengolahan sampah organik sekaligus meningkatkan daya serap air ke dalam tanah. Sementara itu, bagian atasnya didesain sebagai meja yang dapat digunakan warga untuk berkumpul maupun bersantai.
Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan fasilitas publik yang bermanfaat tanpa mengurangi fungsi pelestarian lingkungan serta mempercantik ruang terbuka di kawasan permukiman.
Sebagai bentuk edukasi, mahasiswa KKN Undip juga menggelar sosialisasi pemanfaatan limbah dapur menjadi pupuk organik.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan membuat bubuk pupuk dari cangkang telur yang kaya kalsium untuk tanaman serta Pupuk Organik Cair (POC) berbahan kulit bawang merah yang difermentasi menggunakan molases.
Mahasiswa menjelaskan bahwa kedua jenis pupuk tersebut dapat dibuat dengan mudah menggunakan limbah rumah tangga sehingga mampu mengurangi volume sampah organik sekaligus menghasilkan pupuk ramah lingkungan.
Sosialisasi berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, praktik sederhana, diskusi, dan sesi tanya jawab. Warga menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif berdiskusi mengenai berbagai cara mengolah limbah organik dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Program Zero Organic Waste, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap masyarakat Kelurahan Pudak Payung dapat menerapkan pengelolaan limbah organik secara mandiri dan berkelanjutan.
Program ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah organik, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, serta mendorong terciptanya produk-produk bernilai ekonomi dari limbah rumah tangga.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN UNDIP dalam mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.