Beranda Daerah Cuaca Semarang dan Jawa Tengah Cerah Hari Ini 27 Juli 2026, Waspadai...

Cuaca Semarang dan Jawa Tengah Cerah Hari Ini 27 Juli 2026, Waspadai Angin Kencang Saat Sore

Meski cuaca relatif kondusif untuk berbagai aktivitas di luar ruangan, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi peningkatan kecepatan angin

Cuaca Semarang dan Jawa Tengah. (Foto : AI)
Cuaca Semarang dan Jawa Tengah. (Foto : AI)

SEMARANG, Jatengnews.id – Warga Kota Semarang diperkirakan dapat menikmati cuaca yang didominasi kondisi cerah pada Senin (27/7/2026).

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang, cuaca cerah akan berlangsung sejak pagi hingga siang sebelum berubah menjadi cerah berawan hingga berawan pada sore sampai awal malam.

BMKG mencatat suhu udara di Kota Semarang hari ini berkisar 24 hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembapan udara antara 45–75 persen. Sementara itu, angin bertiup dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan 5–30 kilometer per jam.

Meski cuaca relatif kondusif untuk berbagai aktivitas di luar ruangan, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi peningkatan kecepatan angin yang dapat terjadi pada sore hingga malam hari. Kondisi musim kemarau juga meningkatkan risiko kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Jawa Tengah.

Berdasarkan pengamatan BMKG pada pukul 05.30 WIB, kondisi cuaca di Semarang terpantau cerah. Saat itu suhu udara mencapai 23,7 derajat Celsius, kelembapan udara 80 persen, dan angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 10 kilometer per jam.

Selain itu, BMKG melaporkan tinggi gelombang di Perairan Utara Jawa Tengah berkisar 0,5 hingga 2,5 meter, sedangkan di Perairan Selatan Jawa Tengah mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Nelayan dan pengguna transportasi laut diimbau memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melaut.

BMKG mengimbau masyarakat Semarang untuk tetap menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca panas, memperbanyak konsumsi air putih, serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau lahan terbuka selama musim kemarau.

Penulis  : Alif Nazzala Rizqi

Editor    : Jaka Nuswantara

Exit mobile version