Beranda Pariwisata Dukung Target 1.000 Desa Wisata di Jateng, Cilacap Siapkan 40 Calon Desa...

Dukung Target 1.000 Desa Wisata di Jateng, Cilacap Siapkan 40 Calon Desa Wisata

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jawa Tengah dalam mewujudkan target pembentukan 1.000 desa wisata hingga 2029

Kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) tata kelola desa wisata, yang dilaksanakan di balai pertemuan Kampung Prapen, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kroya, Selasa (28/7/2026).
Pengelola Layanan Operasional Disbudparekraf Provinsi Jawa Tengah, Cahyo Nugroho saat memberikan sambutan dalam acara kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) tata kelola desa wisata, yang dilaksanakan di balai pertemuan Kampung Prapen, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kroya, Selasa (28/7/2026). (Foto: dok/humas)

CILACAP, Jatengnews.id – Pemerintah Kabupaten Cilacap terus mempercepat pengembangan sektor pariwisata berbasis desa. Tak hanya telah memiliki 19 desa wisata, kini Cilacap juga menyiapkan 40 calon desa wisata baru yang akan mendapatkan pendampingan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Disparpora Kabupaten Cilacap, Ida Farida, mengatakan sebanyak 19 desa wisata di Cilacap telah memiliki Surat Keputusan (SK) yang diperbarui pada akhir 2025.

“Untuk pencanangan desa wisata baru, Cilacap sebenarnya ditargetkan memiliki 30 desa wisata,” ujar Ida Farida ditengah mengikuti kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) tata kelola desa wisata, yang dilaksanakan di balai pertemuan Kampung Prapen, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kroya, Selasa (28/7/2026).

Untuk memenuhi target tersebut, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cilacap mengirimkan surat kepada seluruh camat agar mengusulkan desa-desa yang dinilai memiliki potensi menjadi desa wisata.

Usulan tersebut mencakup desa yang memiliki potensi wisata alam, budaya, ekonomi kreatif, hingga wisata berbasis digital.

Respons dari pemerintah kecamatan pun sangat positif. Dari hasil pendataan, terkumpul sebanyak 40 calon desa wisata, jauh melampaui target awal yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebanyak 30 desa.

“Alhamdulillah setelah kami konsultasikan, pihak provinsi menyetujui untuk menampung sekaligus memfasilitasi seluruh 40 usulan tersebut,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Disbudparekraf Provinsi Jawa Tengah memberikan bimbingan teknis (Bimtek) tata kelola desa wisata kepada seluruh calon desa wisata tersebut.

Ida berharap kegiatan itu dapat meningkatkan kapasitas para pengelola desa sehingga mampu mengembangkan destinasi wisata secara berkelanjutan.

“Dengan pemahaman awal tersebut, kami akan lebih mudah melakukan pendampingan secara intensif kepada 40 calon desa wisata di Cilacap,” katanya.

Pengembangan Desa Wisata

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) terus memperkuat pengelolaan potensi wisata daerah melalui program pendampingan desa wisata.

Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis Tata Kelola Desa Wisata bertajuk Sinau Bareng: Membangun Desa Wisata, Potensi Desa Berdaya, Masyarakat Sejahtera yang digelar di Balai Pertemuan Kampung Prapen, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kroya, Selasa (28/7/2026).

Pengelola Layanan Operasional Disbudparekraf Provinsi Jawa Tengah, Cahyo Nugroho, mengatakan Cilacap dipilih sebagai lokasi pelaksanaan Bimtek karena dinilai telah memiliki kesiapan dalam memetakan potensi desa wisata.

“Cilacap kami pilih karena sudah menyiapkan data desa yang akan dicanangkan sebagai desa wisata. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Pemprov Jateng dan pemerintah kabupaten untuk memberikan pendampingan teknis,” ujarnya.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jawa Tengah dalam mewujudkan target pembentukan 1.000 desa wisata hingga 2029. (01).

Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara

Exit mobile version