SEMARANG, Jatengnews.id – Dinas Pendidikan Kota Semarang memilih tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar bagi siswa kelas 1 SD Negeri Sendangmulyo 03 meski ruang kelas mereka rusak total akibat tertimpa pohon.
Kebijakan ini diambil bukan semata agar pembelajaran tidak terhenti, tetapi juga untuk mencegah munculnya trauma pada anak-anak setelah insiden tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan mengatakan, pihaknya sengaja tidak meliburkan para siswa. Sebagai gantinya, siswa kelas 1 untuk sementara berbagi ruang belajar dengan siswa kelas 2 secara bergantian.
“Kalau mereka kita liburkan malah nanti terjadi trauma, malas sekolah. Tapi begitu ini kita berikan solusi, bergantian dengan kakak kelasnya kelas 2, maka ini akan bisa menjadi salah satu solusi agar trauma itu segera hilang. Mumpung senang-senangnya baru masuk,” ujar Ahsan kepada awak media.
Musibah itu terjadi pada Senin (28/7) sekitar pukul 10.00 WIB setelah jam istirahat pertama. Sebatang pohon yang berada di area makam di samping sekolah tumbang dan menimpa ruang kelas 1A SD Negeri Sendangmulyo 03.
Beruntung, seluruh siswa berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tidak ada korban luka. Saat kejadian memang semua anak ada di ruang kelas itu, namun mereka bisa berlindung. Kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan sigap melakukan evakuasi sehingga semua anak dapat selamat,” kata Ahsan.
Sehari setelah kejadian, proses belajar mengajar kembali berlangsung. Siswa kelas 1 menggunakan ruang kelas 2 pada pagi hari hingga sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah itu, ruang kelas digunakan oleh siswa kelas 2.
Menurut Ahsan, skema tersebut merupakan solusi sementara hingga ruang kelas yang rusak selesai diperbaiki.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mempercepat perbaikan bangunan yang terdampak. Mengingat kondisi ruang kelas mengalami kerusakan berat, penanganannya diprioritaskan sebagai keadaan darurat.
“Ruang itu memang tidak bisa digunakan lagi untuk pembelajaran, sudah rusak total. Sehingga memang harus segera kita tangani. Kalau tidak kita tangani, terlalu lama nanti anak-anak kelas 1 harus bergantian dengan kakak kelasnya kelas 2,” jelasnya.
Sebelum proses perbaikan dimulai, Dinas Pendidikan juga berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang untuk membersihkan lokasi kejadian.
Menurut Ahsan, seluruh batang pohon, ranting, dan material yang menimpa bangunan telah dievakuasi sehingga kini lokasi telah disiapkan untuk proses rehabilitasi ruang kelas.
“Kemarin sudah kami koordinasi langsung dengan Disperkim. Semua ranting pohon dan kayu sudah dibersihkan. Hari ini dilakukan pembersihan lanjutan sebagai persiapan perbaikan gedung ruang kelas yang rusak,” tandasnya.
Penulis : M Kamal
Editor : Jaka N
