
KENDAL, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 153 menggelar edukasi cuci tangan dan tata cara wudhu bagi peserta didik TK Matholi’ul Falah di Desa Rowosari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, pada Senin–Selasa (27–28/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja Divisi Pendidikan dan Keagamaan untuk menanamkan kebiasaan hidup bersih sekaligus mengenalkan praktik ibadah sejak usia dini.
Sebanyak 15 mahasiswa KKN terlibat dalam kegiatan tersebut dengan mendampingi proses pembelajaran di kelas serta memberikan edukasi secara interaktif. Mahasiswa mengikuti berbagai aktivitas sekolah, mulai dari doa bersama, bernyanyi, pembelajaran di kelas, hingga kegiatan penutup.
Kepala TK Matholi’ul Falah, Hariyanti, S.Kom., S.Pd., mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo yang dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman baru bagi peserta didik.
“Kami sangat senang dengan kehadiran mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo. Kegiatan yang diberikan sangat membantu proses pembelajaran karena dikemas secara menarik sehingga anak-anak lebih mudah memahami materi. Semoga kegiatan ini memberikan dampak positif bagi perkembangan pengetahuan dan karakter mereka,” ujarnya.
Pada hari pertama, Senin (27/7/2026), mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun sebagai langkah sederhana untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit.
Setelah penyampaian materi, mahasiswa memperagakan enam langkah mencuci tangan yang benar.
Agar lebih mudah dipahami, praktik dilakukan sambil menyanyikan lagu cuci tangan. Metode tersebut membuat anak-anak antusias mengikuti setiap gerakan hingga mampu mempraktikkannya secara mandiri.
Pada hari kedua, Selasa (28/7/2026), mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan edukasi tata cara wudhu sesuai tuntunan Islam.
Anak-anak diperkenalkan urutan wudhu mulai dari membasuh kedua telapak tangan hingga membasuh kedua kaki, kemudian mempraktikkannya secara langsung dengan pendampingan mahasiswa dan guru.
Pendekatan praktik langsung tersebut membantu peserta didik memahami setiap tahapan wudhu sekaligus membiasakan mereka menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selama kegiatan berlangsung, anak-anak terlihat aktif dan bersemangat mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran.
Koordinator Desa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 153, Saifullah Yusuf Assegaf, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung pendidikan karakter, kesehatan, dan pembelajaran keagamaan di lingkungan masyarakat.
“Kami berharap edukasi ini tidak hanya menambah pengetahuan anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan dan tata cara berwudhu yang benar, tetapi juga mempererat kerja sama antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, dan masyarakat Desa Rowosari,” katanya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang berharap peserta didik mampu membiasakan perilaku hidup bersih melalui praktik mencuci tangan yang benar serta memahami tata cara wudhu sejak usia dini.
Program tersebut diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak dalam membangun karakter, menjaga kesehatan, dan meningkatkan pemahaman keagamaan sejak masa kanak-kanak.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. D. Pramesti