SEMARANG, Jatengnews.id – Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jawa Tengah periode 2026–2030 menargetkan kebangkitan prestasi tenis meja dengan membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan dan tata kelola organisasi yang lebih profesional.
Target utamanya adalah membawa Jawa Tengah kembali berprestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum Pengprov PTMSI Jawa Tengah, Lukas Arry Dwiko Utomo, usai pelantikan pengurus di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Sabtu (1/8/2026).
“Kami optimistis dan bertekad meraih prestasi tenis meja Jawa Tengah. Salah satunya dimulai dari penguatan tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, efektif dan efisien. Target kami pada PON 2028 di NTB, tenis meja bisa menyumbangkan prestasi,” kata Lukas.
Menurutnya, keberhasilan membangun prestasi tidak hanya bergantung pada atlet, tetapi juga sinergi seluruh pengurus PTMSI di kabupaten dan kota, klub, pelatih, serta pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan ekosistem pembinaan yang berkesinambungan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendukung langkah tersebut dan meminta kepengurusan baru menghadirkan lebih banyak kompetisi agar tenis meja semakin diminati masyarakat.
“Pengurus yang baru harus punya terobosan kreatif. Olahraga sekarang menjadi gaya hidup dan kebutuhan masyarakat. Wujudkan tenis meja jadi life style dengan banyak kegiatan. Kalau perlu ada event rutin, libatkan juga bupati dan wali kota,” ujar Luthfi.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap memberikan apresiasi kepada atlet yang mampu mengharumkan nama daerah melalui prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis : Jaka N
Editor : Shodiqin
