
Semarang, JatengNews.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi semangat pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) ke-22 UIN Walisongo Semarang yang akan melaksanakan pemberdayaan masyarakat di Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam sambutan yang dibacakan secara virtual pada pembukaan kegiatan KKN MIT ke-22 UIN Walisongo. Dalam pesannya, Ahmad Luthfi menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi dan memperkuat kolaborasi bersama masyarakat desa.
“Mahasiswa KKN adalah ujung tombak pembangunan. Kalian membawa energi, ide segar, dan semangat kolaborasi yang sangat dibutuhkan desa-desa kita,” ujarnya.
Menurut Ahmad Luthfi, tema KKN MIT ke-22, yakni “Pemberdayaan Masyarakat melalui Ekonomi Kreatif, Literasi Kesehatan, dan Inovasi Sosial Berbasis Desa”, selaras dengan kebutuhan pembangunan di Jawa Tengah.
Ia berharap mahasiswa mampu menghadirkan inovasi sosial yang adaptif, meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, serta mendorong pengembangan ekonomi kreatif yang dapat memperkuat perekonomian desa.
Selain menjalankan program kerja, mahasiswa juga diminta aktif berbaur dengan masyarakat dan mempelajari potensi serta kearifan lokal yang dimiliki Desa Sraten.
Menurutnya, keberhasilan program KKN tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat.
“Jadikan setiap interaksi sebagai kesempatan untuk belajar. Dengarkan aspirasi warga, identifikasi potensi yang belum tergali, dan bersama-sama rumuskan solusi yang berkelanjutan. Ingat, tidak ada superman, yang ada adalah supertim,” pesannya.
Program KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang berlangsung selama 45 hari, mulai 21 Juli hingga 3 September 2026. Selama masa pengabdian, mahasiswa akan melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada penguatan ekonomi kreatif, peningkatan literasi kesehatan, serta inovasi sosial berbasis potensi desa.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan mahasiswa tidak hanya menghasilkan program kerja yang bermanfaat, tetapi juga meninggalkan semangat kolaborasi dan inovasi yang mampu mendorong masyarakat Desa Sraten menjadi lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing
Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. D. Pramesti