Beranda Daerah KKN UIN Walisongo Dorong UMKM Desa Galih Go Digital Lewat Google Maps,...

KKN UIN Walisongo Dorong UMKM Desa Galih Go Digital Lewat Google Maps, QRIS, dan Banner Gratis

Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo bantu pelaku usaha memperluas pemasaran melalui Google Maps, QRIS, dan pembaruan identitas visual.

KKN UIN WS UMKM GO DIGITAL
Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 171 mendampingi pelaku UMKM Desa Galih dalam digitalisasi usaha melalui pendaftaran Google Maps, pembuatan QRIS, dan pemasangan banner di Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal (28–30/07/2026) (Foto: Dok KKN).

Kendal, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 171 menginisiasi program UMKM Go Digital untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Galih, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, Se;asa-Kamis (28–30/07/2026).

Program ini menyasar belasan pelaku usaha rumahan melalui pendampingan digitalisasi pemasaran, modernisasi sistem pembayaran, serta penguatan identitas visual produk.

Salah satu program yang dilakukan adalah membantu pelaku UMKM mendaftarkan lokasi usahanya ke Google Maps melalui Google Business Profile. Langkah ini bertujuan agar usaha warga lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan, baik dari dalam maupun luar daerah.

Selain memperluas jangkauan pemasaran, mahasiswa KKN juga mendampingi proses pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Dengan sistem pembayaran digital tersebut, transaksi menjadi lebih praktis sekaligus membantu pelaku usaha mencatat pemasukan secara lebih tertata.

Tidak berhenti pada digitalisasi, mahasiswa KKN juga memberikan pendampingan di bidang promosi melalui program pembuatan banner gratis. Mahasiswa membantu mendesain ulang logo, membuat banner yang lebih menarik, hingga memasangnya langsung di lokasi usaha tanpa dipungut biaya.

Salah satu pelaku usaha rengginang di Desa Galih, Sumiati, mengaku merasakan manfaat dari program tersebut.

“Kami sangat terbantu dengan adanya adik-adik KKN ini. Sekarang usaha saya sudah ada di Google Maps, pembayaran bisa menggunakan QRIS, dan toko juga memiliki banner baru yang terlihat lebih rapi. Semoga usaha kami semakin dikenal masyarakat,” ujarnya.

Koordinator Divisi Ekonomi KKN MIT ke-22 Posko 171, Alfian, mengatakan program UMKM Go Digital dirancang agar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami ingin digitalisasi ini tidak berhenti ketika KKN selesai. Harapannya, ini menjadi fondasi agar UMKM di Desa Galih semakin mandiri, modern, dan mampu bersaing di era digital,” katanya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap pelaku UMKM di Desa Galih semakin siap memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar, meningkatkan daya saing, serta mendukung pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. D. Pramesti

Exit mobile version