Beranda Daerah Karanganyar Siaga Karhutla, Bupati Rober Minta Semua Pihak Perkuat Pencegahan

Karanganyar Siaga Karhutla, Bupati Rober Minta Semua Pihak Perkuat Pencegahan

Apel ini menjadi langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan meningkatkan risiko kebakaran hutan.

Bupati Karanganyar
Bupati Karanganyar Rober Christanto bersama Kapolres AKBP Arman Sahti serta jajaran Forkompimda meninjau kesiapan personel antisipasi Karhutla. (Foto: Iwan).

KARANGANYAR, Jatengnews.id – Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama Perhutani, TNI, Polri, dan sejumlah instansi menggelar apel siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu, Senin (3/8/2026).

Apel ini menjadi langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan meningkatkan risiko kebakaran hutan.

Bupati Karanganyar Rober Christanto menegaskan, apel siaga merupakan bentuk komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kelestarian kawasan hutan. Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca kering dan angin kencang pada musim kemarau meningkatkan kerawanan karhutla sehingga kewaspadaan harus diperkuat.

“Hutan di Karanganyar merupakan aset yang wajib dijaga bersama. Karena itu, sinergi seluruh pihak harus terus ditingkatkan agar kebakaran hutan dapat dicegah,” ujar Rober.

Ia menjelaskan, luas kawasan hutan di Karanganyar mencapai 7.336,96 hektare, terdiri atas 7.198 hektare hutan lindung dan 138,16 hektare hutan produksi. Sekitar 5.061 hektare dikelola Perhutani, sedangkan 2.704 hektare merupakan kawasan Tahura.

Rober juga meminta edukasi kepada masyarakat terus digencarkan dengan melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, camat, kapolsek, dan danramil hingga tingkat desa.

Sementara itu, Administratur KPH Perhutani Surakarta Agus Supriyanto mengatakan koordinasi dengan Pemkab Karanganyar, Kodim, Polres, serta pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat. Sosialisasi kepada masyarakat sekitar lereng Gunung Lawu juga rutin dilakukan sebagai upaya pencegahan.

“Kami berharap dengan dukungan seluruh stakeholder, kebakaran hutan tidak terjadi tahun ini. Seluruh peralatan penanganan kebakaran juga telah kami siapkan bersama instansi terkait,” kata Agus.

Ia menambahkan, Perhutani siap mendukung pembangunan embung di kawasan hutan apabila diajukan secara resmi oleh pemerintah daerah sesuai ketentuan Kementerian Kehutanan. Selain itu, aktivitas perajin arang yang berpotensi memicu kebakaran juga disebut terus menurun berkat pembinaan bersama aparat dan pemerintah desa.

Penulis : Iwan Iswanda

Editor : Jaka N

Exit mobile version