DEMAK, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 31 Periode Juli–September 2026 mendampingi pelaksanaan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita di Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak.
Program yang menjadi salah satu kegiatan KKN selama satu bulan tersebut dilakukan bersama Pos Kesehatan Desa (PKD) melalui pendampingan dan observasi di Dukuh Tlogogedong, Dukuh Cogeh, dan Dukuh Tlogotirto. Mahasiswa turut memantau perkembangan kesehatan ibu hamil dan balita sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Penanggung jawab PMT Desa Tlogorejo, Zulfa, mengatakan sasaran program ditentukan berdasarkan pendataan bidan desa dan hasil pemantauan rutin di posyandu.
“Pendataan diambil dari bidan desa dan juga pemantauan rutin melalui posyandu di dukuh masing-masing,” ujar Zulfa.
Kader PMT, Fitri, menjelaskan evaluasi dilakukan setiap 14 hari. Ibu hamil dipantau melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) dan berat badan untuk mendeteksi risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK).
“Kalau LILA di bawah 23,5 sentimeter, itu sudah masuk kategori KEK,” jelas Fitri.
Menurut Fitri, pola asuh dan pemenuhan gizi menjadi faktor penting dalam mencegah stunting. Karena itu, pemantauan rutin dan konsumsi makanan bergizi perlu terus dilakukan.
“Tidak perlu panik, yang penting pemulihan dilakukan secara rutin. Dengan mengonsumsi PMT yang diberikan, kondisi anak dan ibu hamil bisa terus membaik,” katanya.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS mendukung upaya pemerintah desa dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan status gizi ibu hamil dan balita sekaligus memperkuat pencegahan stunting di Desa Tlogorejo.
