Beranda Daerah Mahasiswa KKN Undip Ajak Ibu Hamil di Desa Ketoyan Perkuat Pencegahan Stunting

Mahasiswa KKN Undip Ajak Ibu Hamil di Desa Ketoyan Perkuat Pencegahan Stunting

Melalui FGD, mahasiswa KKN-R UNDIP tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membuka ruang bagi para peserta untuk berbagi pengalaman, menyampaikan kendala, serta mendiskusikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan gizi dan kesehatan selama masa kehamilan.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro mengangkat tema Sinergi Ketoyan Bebas Stunting dengan Aksi Integratif Ibu Hamil dan Balita berupa Focus Group Disscusion (FGD) dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting di Desa Ketoyan
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro mengangkat tema Sinergi Ketoyan Bebas Stunting dengan Aksi Integratif Ibu Hamil dan Balita berupa Focus Group Disscusion (FGD) dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting di Desa Ketoyan. (Foto : Dok KKN Undip)

BOYOLALI, Jatengnews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) mendorong penguatan upaya pencegahan dan penanganan stunting di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Upaya tersebut diwujudkan melalui program bertajuk “Sinergi Ketoyan Bebas Stunting dengan Aksi Integratif Ibu Hamil dan Balita” yang dikemas dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan yang digelar pada Sabtu (25/7/2026) tersebut secara khusus menyasar para ibu hamil di Desa Ketoyan.

Melalui FGD, mahasiswa KKN-R UNDIP tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membuka ruang bagi para peserta untuk berbagi pengalaman, menyampaikan kendala, serta mendiskusikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan gizi dan kesehatan selama masa kehamilan.

Materi yang diberikan antara lain mengenai pentingnya penerapan gizi seimbang bagi ibu hamil serta pemenuhan kebutuhan nutrisi pada masa seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK). Peserta juga diajak melakukan refleksi bersama mengenai persepsi masyarakat terhadap stunting yang selama ini masih kerap dianggap sebagai persoalan biasa.

Pendekatan diskusi kelompok kecil menjadi salah satu inovasi komunikasi kesehatan yang diterapkan dalam kegiatan tersebut. Para ibu hamil diberi kesempatan untuk berbicara secara terbuka mengenai pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi.

Hasil pembahasan dari masing-masing kelompok kemudian dipaparkan bersama untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan.

Mahasiswa KKN-R UNDIP juga mengajak peserta menyusun komitmen sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun melalui kegiatan Posyandu.

Program tersebut bertujuan membuka pola pikir masyarakat, khususnya para ibu, bahwa stunting bukanlah kondisi yang seharusnya dianggap biasa. Pencegahan perlu dilakukan sejak dini dengan memperhatikan asupan gizi, kesehatan ibu selama kehamilan, serta tumbuh kembang anak.

Selain ibu hamil, kegiatan turut melibatkan kader Posyandu dan bidan Desa Ketoyan sebagai pendamping sekaligus fasilitator diskusi. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara ibu hamil, keluarga, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan.

Dengan demikian, hasil diskusi tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan Posyandu maupun kelas ibu hamil di Desa Ketoyan.

Dalam kegiatan tersebut, salah seorang kader Posyandu turut membagikan pengalaman dalam menghadapi tantangan pemenuhan makanan bergizi bagi anaknya yang berusia dua tahun.

“Saya sudah berusaha memberikan makanan sehat, tetapi anaknya tidak mau. Waktu dikasih makanan seperti makaroni yang tidak sehat justru mau, Mbak,” ujarnya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa pemenuhan gizi anak tidak selalu mudah dilakukan. Karena itu, orang tua perlu memiliki kreativitas dalam mengolah makanan agar lebih menarik bagi anak tanpa mengurangi kandungan gizinya.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah membuat variasi menu dengan tetap memperhatikan kebutuhan protein hewani, protein nabati, karbohidrat, sayur, dan buah.

Melalui program ini, ibu hamil di Desa Ketoyan diharapkan memiliki ruang yang aman dan nyaman untuk berdiskusi mengenai stunting serta lebih berani mengakses informasi, layanan kesehatan, dan konseling gizi sejak dini.

Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan pemeriksaan kehamilan secara rutin.

Keterlibatan aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Desa Ketoyan yang lebih tanggap terhadap persoalan stunting. Sinergi antara keluarga, Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat langkah Desa Ketoyan dalam menekan angka stunting sekaligus mendukung pencapaian SDGs 3 untuk mewujudkan generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas.


Penulis   :  Tim Mahasiswa KKN

Editor      : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version