Beranda Daerah PLN Tanjung Jati B Tingkatkan Tata Kelola Terminal Khusus, Perkuat Standar Pelabuhan...

PLN Tanjung Jati B Tingkatkan Tata Kelola Terminal Khusus, Perkuat Standar Pelabuhan Sehat

PLN UIK Tanjung Jati B memaparkan pengelolaan Tersus sekaligus melakukan diskusi bersama sejumlah unsur terkait dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan.

Kepala Wilayah Kerja Balai Karantina Kesehatan Jepara, Nana Sumarna, S.KM., M.PH., Manager Sub Bidang Jetty & Coal Handling Facility PLN UIK Tanjung Jati B, Nugroho Adi, dan Penilik Kelaiklautan Kapal Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Jepara, Ana Supriati, mengikuti sesi diskusi dalam kegiatan Verifikasi Pelabuhan Sehat Tersus PLTU Tanjung Jati B di De Anglo, Kelurahan Demaan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Selasa (29/7/2026). (Foto : Dok PLN)
Kepala Wilayah Kerja Balai Karantina Kesehatan Jepara, Nana Sumarna, S.KM., M.PH., Manager Sub Bidang Jetty & Coal Handling Facility PLN UIK Tanjung Jati B, Nugroho Adi, dan Penilik Kelaiklautan Kapal Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Jepara, Ana Supriati, mengikuti sesi diskusi dalam kegiatan Verifikasi Pelabuhan Sehat Tersus PLTU Tanjung Jati B di De Anglo, Kelurahan Demaan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Selasa (29/7/2026). (Foto : Dok PLN)

JEPARA, Jatengnews.id – PLN UIK Tanjung Jati B memperkuat tata kelola Terminal Khusus (Tersus) PLTU Tanjung Jati B melalui kegiatan Verifikasi Pelabuhan Sehat yang digelar di De Anglo, Demaan, Jepara, Selasa (29/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN memastikan pengelolaan kawasan pelabuhan pendukung operasional pembangkit memenuhi berbagai aspek penting, mulai dari kesehatan, keselamatan, kebersihan, keamanan, kenyamanan hingga pengendalian risiko lingkungan.

Verifikasi turut dihadiri Tim Forum Pelabuhan Sehat Pelabuhan Jepara, Kepala Wilayah Kerja Balai Karantina Kesehatan Jepara Nana Sumarna, S.KM., M.PH., serta Penilik Kelaiklautan Kapal Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Jepara Ana Supriati.

Dalam kesempatan tersebut, PLN UIK Tanjung Jati B memaparkan pengelolaan Tersus sekaligus melakukan diskusi bersama sejumlah unsur terkait dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan.

Paparan disampaikan Manager Sub Bidang Jetty & Coal Handling Facility PLN UIK Tanjung Jati B, Nugroho Adi. Materi yang dibahas meliputi pengelolaan kawasan jetty dan coal handling facility, kesiapan fasilitas pendukung, kebersihan kawasan, pengelolaan lingkungan, serta penerapan aspek kesehatan dan keselamatan kerja di area terminal khusus.

General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, mengatakan verifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pengelolaan Tersus tidak hanya mendukung kelancaran operasional pembangkit, tetapi juga memenuhi standar kesehatan dan keselamatan.

“PLN UIK Tanjung Jati B berkomitmen menjaga operasional pembangkit tidak hanya dari sisi keandalan pasokan listrik, tetapi juga dari aspek kesehatan, keselamatan, lingkungan, dan kepatuhan terhadap regulasi,” ujar Andi.

Menurutnya, pengelolaan terminal khusus memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan rantai pasok energi primer bagi pembangkit. Oleh sebab itu, setiap aspek pengelolaan perlu dilakukan secara terintegrasi.

Mulai dari kelaiklautan, kebersihan kawasan, kesehatan lingkungan, pengendalian faktor risiko hingga koordinasi dengan pemangku kepentingan menjadi bagian yang terus diperhatikan.

“Melalui verifikasi Pelabuhan Sehat ini, kami memastikan bahwa area Tersus PLTU Tanjung Jati B dikelola secara tertib, aman, sehat, dan mendukung kelancaran operasional pembangkit,” katanya.

Andi menambahkan, kegiatan verifikasi juga menjadi sarana evaluasi untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak. Sinergi dengan Forum Pelabuhan Sehat, Balai Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan maupun instansi terkait dinilai penting untuk meningkatkan kualitas tata kelola terminal khusus.

“Masukan dari berbagai pihak sangat penting bagi kami untuk terus meningkatkan tata kelola terminal khusus agar semakin sesuai dengan standar pelabuhan sehat,” imbuhnya.

Dalam proses verifikasi, sejumlah indikator menjadi perhatian, di antaranya kondisi kebersihan kawasan pelabuhan, kesiapan fasilitas pendukung, pengendalian faktor risiko kesehatan, pengelolaan lingkungan serta koordinasi antarinstansi.

Penerapan berbagai aspek tersebut diharapkan mampu menciptakan kawasan pelabuhan yang tidak hanya mendukung aktivitas bongkar muat dan rantai pasok energi, tetapi juga aman, bersih, nyaman serta sehat bagi seluruh pihak yang beraktivitas di dalamnya.

PLN UIK Tanjung Jati B juga terus membangun koordinasi dengan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Jepara, Balai Karantina Kesehatan dan berbagai instansi teknis lainnya.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pengelolaan Tersus tetap sesuai ketentuan sekaligus mendukung keberlanjutan operasional pembangkit.

Melalui kegiatan Verifikasi Pelabuhan Sehat, PLN UIK Tanjung Jati B menegaskan komitmennya untuk meningkatkan tata kelola terminal khusus, memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, serta menjaga lingkungan kerja yang aman dan sehat demi mendukung keandalan pembangkit listrik.

Penulis  : Alif Nazzala Rizqi

Editor    : Jaka Nuswantara

Exit mobile version