
SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyoroti kinerja satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan empat Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang belum mampu memenuhi target pendapatan pada semester I 2026.
Seluruhnya akan menjalani evaluasi khusus sebagai upaya meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi semester pertama, PT PRPP menjadi satu-satunya BUMD yang masih berstatus “rapor merah”. Selain itu, empat rumah sakit milik Pemprov Jateng berstatus BLUD yang belum mencapai target pendapatan yakni RSJD Dr Amino Gondohutomo, RSUD dr Rehatta, RSUD Dr Adhyatma, dan RSJD Dr Arif Zainuddin.
Menurut Luthfi, evaluasi akan dilakukan secara mendalam melalui rapat khusus bersama jajaran pengawas di bawah koordinasi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah.
“BUMD kita harus punya daya dobrak untuk mengembangkan pendapatan di wilayah. Termasuk beberapa evaluasi rumah sakit (BLUD) mana yang saya beri garis merah, kemudian BUMD di mana yang garis merah untuk saya peringatkan rapat tersendiri dengan pengawasnya di bawah kendali Pak Sekda,” kata Luthfi usai Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi Direksi dan Dewan Komisaris dalam Meningkatkan Kinerja dan Tata Kelola BUMD di Gradhika Bhakti Praja, Semarang.
Ia menjelaskan, pembahasan terhadap kendala yang dihadapi masing-masing BUMD dan BLUD akan dilakukan secara tertutup agar solusi yang dihasilkan lebih efektif dan sesuai dengan kondisi masing-masing institusi.
“Maka perlu adanya rapat-rapat tertutup berkaitan tentang taktis dan teknis yang harus kita sampaikan kepada mereka sehingga mereka bisa berdaya guna dalam rangka memberikan pendapatan daerah,” ujarnya.
Luthfi menegaskan, keberadaan BUMD dan BLUD memiliki peran penting dalam memperkuat keuangan daerah. Saat ini kontribusi keduanya terhadap PAD Jawa Tengah mencapai sekitar 4,5 persen atau sekitar Rp707 miliar.
Khusus PT PRPP, Pemprov Jateng akan mendorong percepatan pembenahan agar perusahaan daerah tersebut tidak lagi mengalami kerugian setiap tahun. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengembangan kawasan PRPP menjadi pusat Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) yang diharapkan mampu menarik investasi dan meningkatkan pendapatan.
“Mereka saya ajak musyawarah untuk membahas kendalanya di mana. Kita juga berupaya mencarikan investor. Dirutnya saya tantang untuk bisa mengembangkan,” kata Luthfi.
Sementara itu, untuk rumah sakit berstatus BLUD, Luthfi meminta manajemen tidak hanya fokus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, tetapi juga menjaga keseimbangan keuangan agar operasional tetap sehat.
“Misalkan pendapatan rumah sakit itu Rp94 miliar, tetapi belanjanya Rp96 miliar, itu namanya tekor. Maka saya minta untuk evaluasi dan meningkatkan kinerja,” tegasnya.
Pemprov Jawa Tengah memastikan evaluasi terhadap BUMD dan BLUD akan dilakukan secara berkala guna meningkatkan tata kelola, memperkuat pelayanan publik, sekaligus mengoptimalkan penerimaan PAD.
Penulis : Jaka N
Editor : Shodiqin