
Semarang, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Posko 10 UIN Walisongo Semarang mendampingi UMKM Laundry Walet di Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, dalam memperkuat branding digital melalui pembuatan konten TikTok dan pelatihan editing video menggunakan aplikasi CapCut, Rabu (29/7/2026).
Program pendampingan yang berlangsung pukul 10.00–15.00 WIB ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran usaha.
Pemilik Laundry Walet, Dessy, sebelumnya telah menggunakan TikTok sebagai media promosi. Namun, konten yang diunggah masih sederhana karena keterbatasan kemampuan dalam teknik pengambilan gambar dan penyuntingan video.
Melalui program KKN tersebut, mahasiswa mendampingi proses produksi konten mulai dari pengambilan gambar hingga penyuntingan video. Dokumentasi dilakukan sejak proses awal pencucian sarang walet hingga tahap akhir sebelum produk diserahkan kepada pelanggan.
Seluruh proses kemudian dikemas menjadi video yang menampilkan tahapan layanan secara lengkap sehingga mampu meningkatkan kepercayaan calon konsumen.
Selain video proses laundry, mahasiswa KKN juga membuat video profil usaha dalam bentuk wawancara bersama pemilik. Video tersebut berisi perjalanan usaha, layanan yang ditawarkan, serta kisah perjuangan membangun kembali bisnis setelah sempat mengalami masa sulit.
Seluruh hasil dokumentasi diedit menggunakan aplikasi CapCut dengan penambahan teks, transisi, musik, dan penyusunan alur video yang lebih menarik. Dalam proses ini, Dessy juga mendapatkan pelatihan dasar editing agar mampu membuat konten promosi secara mandiri setelah program KKN berakhir.
Video yang telah selesai kemudian diunggah ke akun TikTok milik Dessy sebagai langkah awal memperkuat identitas merek (branding) dan meningkatkan eksistensi Laundry Walet di media sosial.
Laundry Walet merupakan UMKM yang bergerak di bidang jasa pencucian sarang walet. Usaha tersebut telah beroperasi selama kurang lebih enam tahun dan melayani pencucian sarang walet hingga siap dipasarkan maupun diolah lebih lanjut dengan tetap menjaga kualitas hasil.
Dalam perjalanannya, usaha tersebut pernah berhenti beroperasi selama sekitar enam bulan karena tidak adanya pesanan.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Dessy sempat beralih menjadi pedagang sayur. Namun, usahanya kembali berkembang setelah memperoleh pelanggan dari Vietnam yang mengetahui jasa Laundry Walet melalui akun TikTok.
“Usaha Laundry Walet ini sudah saya jalankan sekitar enam tahun. Sempat vakum kurang lebih enam bulan karena tidak ada orderan yang masuk sehingga saya beralih berdagang sayur. Alhamdulillah, ada pelanggan dari Vietnam yang mengetahui usaha saya melalui TikTok dan mempercayakan pencucian sarang walet kepada saya. Dari situ usaha ini mulai berjalan lagi hingga sekarang,” ujar Dessy.
Menurutnya, pendampingan dari mahasiswa KKN memberikan wawasan baru mengenai pembuatan konten promosi yang lebih menarik.
“Kalau ditanya ingin punya rumah walet sendiri, saya belum ada keinginan ke arah sana. Saya lebih memilih fokus di jasa laundry sarang walet karena menurut saya risikonya lebih kecil. Yang terpenting bagi saya adalah usaha ini bisa terus berjalan dengan istiqamah,” tambahnya.
Ketua KKN MIT Posko 10 Desa Kalikayen, Muhamad Shahrur Ikhsan, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung transformasi digital UMKM desa.
“Kami berharap pendampingan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Ilmu mengenai pembuatan konten dan editing video yang kami bagikan diharapkan dapat terus diterapkan sehingga akun TikTok Mbak Dessy semakin berkembang, menjangkau lebih banyak pelanggan, dan memberikan dampak positif bagi peningkatan usaha di masa mendatang,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT Posko 10 UIN Walisongo berharap semakin banyak pelaku UMKM di Desa Kalikayen yang memanfaatkan media digital sebagai strategi pemasaran.
Branding digital melalui konten kreatif diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pelanggan, memperluas pasar, serta memperkuat daya saing UMKM lokal di era digital.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. D. Pramesti