Beranda Daerah BPS: Pendataan Perusahaan Besar dalam Sensus Ekonomi 2026 Jateng Baru 40 Persen

BPS: Pendataan Perusahaan Besar dalam Sensus Ekonomi 2026 Jateng Baru 40 Persen

Hingga awal Agustus 2026, pendataan kelompok usaha besar baru mencapai sekitar 40 persen, meski capaian keseluruhan sensus telah menyentuh 81 persen.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen ketika Rapat Koordinasi Daerah Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Gedung Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (6/8/2026).
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen ketika Rapat Koordinasi Daerah Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Gedung Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (6/8/2026). (Foto:ist)

SEMARANG, Jatengnews.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan pendataan perusahaan besar masih menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah.

Hingga awal Agustus 2026, pendataan kelompok usaha besar baru mencapai sekitar 40 persen, meski capaian keseluruhan sensus telah menyentuh 81 persen.

Wakil Kepala BPS Pusat Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengatakan proses pendataan perusahaan besar membutuhkan waktu lebih panjang karena melibatkan koordinasi dengan berbagai divisi hingga kantor pusat perusahaan.

“Target kami seluruh usaha besar bisa terdata 100 persen karena data tersebut akan menentukan potret ekonomi Indonesia secara lengkap,” kata Sonny Harry Budiutomo Harmadi dalam Rapat Koordinasi Daerah Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Gedung Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (6/8/2026).

Menurut Sonny, kendala bukan berasal dari pelaku usaha kecil maupun masyarakat, melainkan perusahaan besar yang harus menyiapkan data keuangan, ketenagakerjaan, hingga penjualan sebelum disampaikan kepada petugas sensus.

Selain perusahaan besar, pendataan penghuni apartemen juga menjadi tantangan karena sebagian besar sulit ditemui akibat aktivitas yang padat. Untuk mempercepat capaian, BPS menerjunkan petugas lapangan, aparatur sipil negara (ASN), hingga pejabat senior untuk mendatangi perusahaan-perusahaan besar secara langsung.

Meski masih menghadapi sejumlah kendala, Sonny mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh pemerintah kabupaten/kota. Ia menyebut capaian pendataan sebesar 81 persen merupakan hasil kolaborasi yang baik mengingat jumlah pelaku usaha di Jawa Tengah mencapai lebih dari 4,5 juta.

“Alhamdulillah progres pendataan sektor ekonomi di Jawa Tengah sangat baik. Sudah mencapai 81 persen dari total target. Ini bukan capaian yang mudah karena jumlah pelaku usaha di Jawa Tengah mencapai lebih dari 4,5 juta,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memastikan pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi untuk mengejar target pendataan sebelum masa sensus berakhir. Pemprov Jateng juga akan memetakan kembali perusahaan dan kawasan industri yang belum seluruhnya terdata.

“Kita petakan kembali perusahaan dan kawasan industri yang belum tercapai agar dalam sisa waktu tiga minggu ini Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah benar-benar bisa dituntaskan,” kata Taj Yasin.

BPS mencatat Kota Semarang masih memerlukan percepatan pendataan dengan capaian sekitar 71 persen, sedangkan Kabupaten Banjarnegara menjadi daerah dengan progres tertinggi, mencapai 92 persen.

BPS juga menegaskan Sensus Ekonomi 2026 tidak berkaitan dengan perpajakan. Seluruh informasi yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya sesuai peraturan perundang-undangan dan akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi nasional maupun daerah.

Penulis : Jaka N

Editor : Shodiqin

Exit mobile version