Beranda Daerah Gus Yasin Soroti Kasus Bullying, Pencegahan Dimulai Sejak PAUD

Gus Yasin Soroti Kasus Bullying, Pencegahan Dimulai Sejak PAUD

Gus Yasin menegaskan, pencegahan bullying tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Peran keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan sejak usia dini juga dinilai penting.

Taj Yasin Maimoen
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (Foto:Kamal)

SEMARANG, Jatengnews.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin menyoroti maraknya dugaan kasus perundungan atau bullying yang belakangan terjadi di sejumlah daerah.

Sebelumnya, kasus dugaan bullying mencuat di Kabupaten Pati dan Pemalang. Di Pati, seorang siswa MTs mengalami luka berat hingga dua jarinya putus. Sementara di Pemalang, seorang siswa SMP dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban perundungan.

Gus Yasin menegaskan, pencegahan bullying tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Peran keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan sejak usia dini juga dinilai penting.

“Isu bullying saat ini kita konsen ke sana. Kemarin juga di Hari Anak kita sampaikan bahwa ini menjadi PR kita bersama. Apalagi isu bullying bukan hanya di remaja, bukan hanya di sekolah-sekolah, tapi juga sampai ke pesantren,” ujar Gus Yasin saat ditemui Jatengnews.id, Kamis (7/8/2026).

Menurutnya, edukasi pencegahan bullying kini terus diperluas hingga jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Guru juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

“Saat ini juga ada Forum Anak Pesantren yang sudah kita bangun dan komunikasikan. Edukasi kepada anak-anak juga terus dilakukan. Penanganannya bukan hanya di sekolah saja, tapi kita tingkatkan sampai ke bawah, di level PAUD,” jelasnya.

Gus Yasin mengatakan, penanganan kasus bullying perlu dilakukan secara menyeluruh. Kondisi lingkungan tempat tinggal dan keluarga, kata dia, juga dapat memengaruhi perilaku anak di sekolah.

“Permasalahan itu juga perlu kita analisis. Jangan-jangan memang ada persoalan di lingkungannya, lalu terbawa ke lembaga sekolah. Ini yang perlu kita libatkan stakeholder, termasuk komunikasi dengan orang tua,” paparnya.

Ia meminta sekolah memperkuat komunikasi dengan orang tua untuk memantau perkembangan dan perilaku anak, baik di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

“Kita harap sekolah ini ada komunikasi dengan orang tua, bagaimana perilaku anak di sekolah dan di lingkungannya,” katanya.

Di sisi lain, Gus Yasin menilai meningkatnya laporan masyarakat terkait dugaan bullying merupakan tanda semakin tingginya kesadaran publik.

“Artinya masyarakat semakin aware. Semakin banyak yang melapor, semakin banyak juga yang bisa kita tangani,” pungkasnya.

Penulis : M Kamal

Editor : Jaka N

Exit mobile version