Beranda Daerah KKN Undip Edukasi Stop Bullying di MI Desa Ketoyan, Tanamkan Empati dan...

KKN Undip Edukasi Stop Bullying di MI Desa Ketoyan, Tanamkan Empati dan Saling Menghargai Sejak Dini

Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-R Tim II Undip dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro melakukan Edukasi Stop Bullying di Madrasah Ibtidaiyah Desa Ketoyan
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro melakukan Edukasi Stop Bullying di Madrasah Ibtidaiyah Desa Ketoyan. (Foto : Dok KKN)

BOYOLALI, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) menggelar edukasi stop bullying bagi siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Kegiatan yang berlangsung selama enam hari tersebut menyasar seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6. Edukasi dikemas secara menyenangkan dan interaktif agar pesan mengenai bahaya bullying dapat lebih mudah dipahami oleh anak-anak.

Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-R Tim II Undip dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas serta tujuan ke-16 mengenai Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.

Dalam pelaksanaannya, setiap sesi diawali dengan perkenalan antara mahasiswa KKN-R Tim II Undip dengan para siswa. Suasana kemudian dicairkan melalui kegiatan tepuk semangat untuk membangun antusiasme sebelum memasuki materi utama.

Mahasiswa menyampaikan materi mengenai bullying dengan bahasa sederhana yang sesuai dengan usia siswa. Agar tidak terasa seperti pembelajaran formal, penyampaian materi juga diselingi dengan menyanyikan lagu bertema stop bullying bersama-sama.

Pemilihan topik tersebut dilatarbelakangi masih ditemukannya perilaku perundungan di lingkungan anak-anak. Tidak sedikit siswa yang melakukan tindakan tersebut tanpa memahami bahwa bullying dapat memberikan dampak buruk terhadap kondisi psikologis dan perkembangan seseorang.

Kepala Madrasah Ibtidaiyah Desa Ketoyan menyambut baik kegiatan edukasi yang dilakukan mahasiswa Undip tersebut. Menurutnya, siswa sebenarnya sudah kerap mendapatkan imbauan mengenai larangan melakukan perundungan, tetapi pembahasan secara khusus masih jarang dilakukan.

“Siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah sudah sering diingatkan terkait perundungan setiap upacara, tetapi untuk pembahasan secara spesifik belum pernah,” ujarnya.

Setelah penyampaian materi, mahasiswa mengajak para siswa mengikuti ice breaking berupa permainan gerak tangan dan konsentrasi. Aktivitas tersebut dilakukan untuk menjaga semangat sekaligus membuat suasana belajar tetap menyenangkan.

Mahasiswa kemudian memberikan sejumlah pertanyaan seputar materi stop bullying. Sesi tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk menguji pemahaman sekaligus menyampaikan pendapat mengenai tindakan perundungan yang mungkin mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi. Sejumlah siswa maju ke depan untuk menceritakan kembali secara singkat hal-hal yang telah dipelajari. Mereka juga diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman terkait bullying yang pernah dialami atau disaksikan.

Sebagai penutup, seluruh siswa kembali diajak menyanyikan lagu stop bullying bersama-sama. Mahasiswa juga memberikan hadiah kepada siswa yang aktif berpartisipasi selama kegiatan berlangsung.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-R Tim II Undip berharap pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai bullying dapat meningkat. Edukasi tidak hanya mengenalkan jenis dan bahaya perundungan, tetapi juga menanamkan nilai empati, toleransi, saling menghargai, dan kepedulian terhadap sesama sejak usia dini.

Para siswa juga didorong untuk lebih peka terhadap perasaan teman, berani menolak tindakan intimidasi, serta tidak ragu untuk mencari bantuan ketika melihat atau mengalami bullying.

Dengan adanya edukasi tersebut, lingkungan madrasah diharapkan dapat semakin aman, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh siswa. Anak-anak pun dapat belajar dan berkembang secara optimal tanpa rasa takut terhadap tindakan perundungan.

Program edukasi stop bullying ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan positif dalam berteman sekaligus menciptakan budaya sekolah yang menjunjung empati, toleransi, dan sikap saling menghormati secara berkelanjutan.

Penulis  : Tim Mahasiswa KKN

Editor      : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version