Beranda Daerah Tekan Angka Stunting, KKN UIN Walisongo Gandeng Puskesmas Ngampel Edukasi Warga Desa...

Tekan Angka Stunting, KKN UIN Walisongo Gandeng Puskesmas Ngampel Edukasi Warga Desa Putatgede

Kolaborasi mahasiswa KKN, Puskesmas Ngampel, dan Pemerintah Desa Putatgede memperkuat upaya pencegahan stunting melalui edukasi gizi dan kesehatan ibu serta anak.

KKN UIN WS cegah stunting
Mahasiswa KKN MIT Posko 211 UIN Walisongo Semarang bersama Puskesmas Ngampel memberikan edukasi kepada ibu-ibu dan kader kesehatan dalam Seminar Pencegahan Stunting di Balai Desa Putatgede, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Sabtu (1/8/2026) (Foto: Dok KKN)

Kendal, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terpadu (MIT) Posko 211 UIN Walisongo Semarang berkolaborasi dengan Puskesmas Ngampel dan Pemerintah Desa Putatgede menggelar Seminar Pencegahan Stunting di Balai Desa Putatgede, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Seminar diikuti sekitar 25 peserta yang terdiri atas ibu-ibu dan kader kesehatan Desa Putatgede.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh edukasi mengenai pemenuhan gizi, kesehatan ibu, serta pemantauan tumbuh kembang anak sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini.

Pemateri dari Puskesmas Ngampel, Dian Ameliana Primastuti, S.K.M., menjelaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan sejak masa remaja, sebelum kehamilan, hingga anak berusia dua tahun.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak remaja, calon pengantin, ibu hamil, bayi, dan balita. Remaja putri juga perlu memperhatikan kondisi kesehatannya, termasuk mencegah anemia dengan mengonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran,” ujarnya.

Menurut Dian, ibu hamil juga harus memenuhi kebutuhan gizi secara seimbang selama masa kehamilan. Selain itu, konsumsi tablet tambah darah sesuai rekomendasi tenaga kesehatan menjadi salah satu upaya penting untuk mencegah anemia yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan janin.

“Ibu hamil harus memenuhi nutrisi yang dibutuhkan tubuh selama masa kehamilan, tidak boleh kekurangan maupun berlebihan. Selain itu, ibu hamil juga dianjurkan mengonsumsi 90 tablet tambah darah untuk membantu mencegah anemia,” tambahnya.

Koordinator Seminar Pencegahan Stunting KKN MIT Posko 211, Muhaimin Aqeel, mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan berdasarkan hasil observasi lapangan dan koordinasi dengan pemerintah desa.

Berdasarkan data yang diperoleh, masih terdapat 17 balita yang mengalami stunting di Desa Putatgede, termasuk dua balita yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Melalui seminar ini kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para orang tua, mengenai pentingnya pemenuhan gizi serta pemantauan tumbuh kembang anak. Harapannya, masyarakat dapat memahami langkah-langkah pencegahan stunting sejak dini,” jelasnya.

Salah seorang peserta seminar, Supartini, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai pencegahan stunting.

“Saya jadi lebih mengerti pentingnya memberikan gizi yang cukup dan seimbang kepada anak. Seminar ini juga memotivasi saya untuk terus belajar dan saling mengingatkan sesama orang tua tentang pencegahan stunting,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT Posko 211 UIN Walisongo berharap edukasi mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga angka stunting di Desa Putatgede dapat terus ditekan.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan juga diharapkan mampu memperkuat upaya mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. D. Pramesti

Exit mobile version