Beranda Daerah Bantu UMKM Go Digital, KKN UIN Walisongo Dampingi Pedagang Desa Tanjunganom Gunakan...

Bantu UMKM Go Digital, KKN UIN Walisongo Dampingi Pedagang Desa Tanjunganom Gunakan QRIS

Pendampingan dilakukan secara door to door kepada lima pelaku UMKM, sekaligus mempromosikan Pasar Sore Desa Tanjunganom

KKN UIN WS UMKM Go Digital
Mahasiswa KKN UIN Walisongo mendampingi pelaku UMKM Desa Tanjunganom dalam proses pembuatan dan pemasangan QRIS sebagai bagian dari program digitalisasi usaha, Jumat (31/07/2026)(Foto: Dok KKN).

Kendal, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melakukan pendampingan digitalisasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tanjunganom, Kabupaten Kendal, melalui sosialisasi dan pembuatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) pada Jumat (31/7/2026).

 Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu pelaku usaha beradaptasi dengan sistem pembayaran digital yang semakin banyak digunakan masyarakat.

Pendampingan QRIS dilakukan secara door to door selama beberapa hari. Mahasiswa mendatangi sejumlah pelaku UMKM untuk memberikan edukasi sekaligus membantu proses pendaftaran QRIS melalui layanan perbankan maupun dompet digital.

Sebanyak lima UMKM menjadi sasaran pendampingan, yakni warung kelontong, warung makan, toko pakaian, usaha fotokopi, dan penjual bakso keliling.

Mahasiswa tidak hanya memberikan penjelasan mengenai QRIS, tetapi juga mendampingi pelaku usaha mulai dari proses pendaftaran akun hingga pencetakan kode QR. Kode tersebut kemudian ditempatkan pada media yang mudah terlihat oleh pelanggan.

Bantu Pedagang Beradaptasi dengan Pembayaran Digital

Ketua Divisi Ekonomi Kreatif dan Sosial kelompok KKN mengatakan pendampingan dilakukan karena masih terdapat pelaku UMKM di Desa Tanjunganom yang belum memahami sistem pembayaran digital.

“Banyak pedagang di sini sebenarnya sudah punya HP yang mendukung, tetapi belum tahu cara mendaftar QRIS dan manfaatnya seperti apa. Makanya kami coba bantu dari nol, mulai dari pendaftaran akun sampai melakukan pencetakan kode QR dan menyediakan tempat untuk kode QR-nya,” ujar salah satu mahasiswa.

Menurut mahasiswa, penggunaan QRIS dapat memberikan alternatif pembayaran bagi pelanggan yang tidak membawa uang tunai. Sistem pembayaran digital juga dinilai dapat membantu pelaku usaha mengikuti perkembangan transaksi yang semakin beragam.

Salah satu pelaku UMKM yang mengikuti pendampingan mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Menurutnya, QRIS membuat proses transaksi menjadi lebih praktis.

“Alhamdulillah sangat terbantu sekali dengan adanya program ini. Sekarang pembeli jadi lebih mudah bertransaksi, tidak perlu repot mencari uang kembalian, dan usaha saya jadi lebih siap mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

Pasar Sore Desa Tanjunganom Ikut Dipromosikan

Selain mendampingi UMKM menggunakan QRIS, mahasiswa KKN juga membuat banner promosi untuk memperkenalkan keberadaan Pasar Sore di Desa Tanjunganom.

Banner tersebut dipasang sebagai media informasi bagi masyarakat Desa Tanjunganom maupun warga dari luar desa. Pasar Sore Desa Tanjunganom diketahui beroperasi setiap hari mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.

Promosi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pasar sekaligus membantu memperluas jangkauan calon pembeli bagi para pedagang yang berjualan di dalamnya.

Kegiatan digitalisasi UMKM dan promosi Pasar Sore menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN untuk mendukung pengembangan potensi ekonomi Desa Tanjunganom.

Melalui pendampingan QRIS, pelaku UMKM diharapkan semakin terbiasa menggunakan teknologi dalam menjalankan usaha. Sementara itu, promosi Pasar Sore diharapkan dapat meningkatkan kunjungan masyarakat dan membantu menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.

Program tersebut sekaligus menjadi langkah kecil dalam mendorong transformasi digital UMKM di tingkat desa, dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kemudahan transaksi dan memperluas akses pasar.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN UIN Walisongo
Editor: R. D. Pramesti

Exit mobile version