
Batang, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 24 Desa Polosiri menggelar edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa SD Negeri 2 Polosiri, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini.
Edukasi PHBS menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa KKN kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan kesehatan di lingkungan sekolah maupun rumah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Dhuha yang diikuti siswa, guru, dan mahasiswa KKN. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembiasaan ibadah sekaligus penanaman nilai religius dalam pembentukan karakter siswa.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Senam Indonesia Hebat. Para siswa mengikuti senam bersama dengan penuh semangat. Selain menjaga kebugaran tubuh, kegiatan ini bertujuan membiasakan siswa menerapkan pola hidup aktif dan sehat.
Siswa Praktik Enam Langkah Mencuci Tangan
Memasuki kegiatan inti, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai PHBS dengan fokus pada pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
Mahasiswa menjelaskan bahwa mencuci tangan dengan benar merupakan salah satu kebiasaan sederhana yang dapat membantu menjaga kebersihan tangan. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mencuci tangan pada waktu-waktu tertentu, terutama sebelum makan dan setelah melakukan aktivitas.
Agar materi lebih mudah dipahami, edukasi dilakukan melalui demonstrasi dan praktik langsung. Mahasiswa KKN memperagakan enam langkah mencuci tangan, kemudian mengajak seluruh siswa mempraktikkannya secara bersama-sama.
Enam langkah tersebut meliputi menggosok telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, punggung jari, ibu jari, serta ujung jari dan kuku. Mahasiswa turut mendampingi siswa selama praktik untuk memastikan setiap tahapan dilakukan dengan benar.
Antusiasme siswa SD Negeri 2 Polosiri terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari salat Dhuha, senam bersama, hingga praktik mencuci tangan.
Koordinator Desa (Kordes) KKN MIT-22 Posko 24 UIN Walisongo Semarang, Nasrul Huda, mengatakan edukasi PHBS diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Program PHBS ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kami kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Kami sangat mengapresiasi antusiasme siswa-siswi SD Negeri 02 Polosiri yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat,” ujarnya.
Menurut Nasrul, pembiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia sekolah penting untuk membangun kesadaran siswa terhadap kesehatan diri dan lingkungan.
“Harapan kami, edukasi ini mampu membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat yang diterapkan secara konsisten, sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter menuju Indonesia Emas,” lanjutnya.
Siswa Antusias Belajar Cuci Tangan
Salah satu siswa kelas I SD Negeri 2 Polosiri, Hafif Dirga Oktavian, mengaku senang mengikuti edukasi PHBS karena mendapatkan pengetahuan baru mengenai cara mencuci tangan.
“Saya senang mengikuti kegiatan ini karena kami diajarkan cara mencuci tangan yang benar. Sekarang saya jadi tahu bahwa mencuci tangan ada enam langkahnya supaya tangan benar-benar bersih. Saya juga akan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hafif.
Menurutnya, penyampaian materi yang disertai praktik langsung membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan mudah dipahami.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang berharap kebiasaan hidup bersih dan sehat dapat terus diterapkan oleh siswa, baik di sekolah maupun di rumah.
Edukasi PHBS di SD Negeri 2 Polosiri juga menjadi bentuk sinergi antara mahasiswa KKN, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, bersih, dan nyaman bagi tumbuh kembang peserta didik.
Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan benar diharapkan dapat menjadi bagian dari keseharian siswa. Dengan pembiasaan tersebut, siswa diharapkan semakin peduli terhadap kebersihan diri dan lingkungan serta mampu menerapkan perilaku hidup sehat secara mandiri.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. D. Pramesti