Beranda Daerah KKN Tim II UNDIP Dampingi UMKM Desa Jerukan Kelola Stok Barang agar...

KKN Tim II UNDIP Dampingi UMKM Desa Jerukan Kelola Stok Barang agar Usaha Lebih Efisien

Berdasarkan hasil pengamatan mahasiswa di lapangan, sebagian pelaku UMKM dan usaha rumahan di Desa Jerukan belum menerapkan sistem pengelolaan stok secara teratur.

Mahasiswa KKN Tim II Universitas Dipoengoro (UNDIP) Desa Jerukan, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali menyelenggarakan sosialisasi manajemen persediaan barang dan program pelatihan cara penulisan kartu stok di Desa Jerukan. (Foto : Dok KKN)
Mahasiswa KKN Tim II Universitas Dipoengoro (UNDIP) Desa Jerukan, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali menyelenggarakan sosialisasi manajemen persediaan barang dan program pelatihan cara penulisan kartu stok di Desa Jerukan. (Foto : Dok KKN)

BOYOLALI, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) Desa Jerukan, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta usaha rumahan untuk meningkatkan tata kelola usaha melalui sosialisasi manajemen persediaan barang dan pelatihan penulisan kartu stok.

Kegiatan tersebut ditujukan bagi pelaku UMKM, pemilik usaha rumahan, hingga kelompok usaha masyarakat di Desa Jerukan. Program ini digelar sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap pengelolaan usaha masyarakat yang masih membutuhkan pendampingan, khususnya dalam hal pencatatan dan pengendalian persediaan barang.

Berdasarkan hasil pengamatan mahasiswa di lapangan, sebagian pelaku UMKM dan usaha rumahan di Desa Jerukan belum menerapkan sistem pengelolaan stok secara teratur.

Pencatatan persediaan barang masih banyak dilakukan secara sederhana dengan mengandalkan ingatan pemilik usaha. Bahkan, sebagian lainnya belum melakukan pencatatan sama sekali.

Kondisi tersebut dapat memunculkan berbagai persoalan dalam operasional usaha. Salah satunya adalah kesalahan dalam menghitung jumlah persediaan karena stok fisik tidak sesuai dengan perkiraan pemilik.

Selain itu, pelaku usaha juga menghadapi risiko terjadinya penumpukan barang atau overstock. Persediaan yang terlalu banyak dapat menyebabkan barang rusak, menurun kualitasnya, bahkan kedaluwarsa sebelum terjual.

Sebaliknya, stok yang terlalu sedikit juga dapat menyebabkan out of stock. Kondisi ini membuat barang yang dibutuhkan konsumen tidak tersedia ketika permintaan datang sehingga berpotensi mengurangi pemasukan usaha.

Untuk menjawab persoalan tersebut, mahasiswa KKN Tim II UNDIP memberikan pendampingan dengan pendekatan sederhana dan aplikatif agar dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

Materi pertama yang diberikan adalah edukasi mengenai pentingnya manajemen persediaan. Pelaku usaha diberikan pemahaman mengenai manfaat pencatatan barang dalam membantu mengontrol kondisi stok sekaligus mendukung pengelolaan keuangan usaha.

Selanjutnya, mahasiswa memberikan pelatihan pencatatan stok sederhana menggunakan kartu stok. Melalui kartu tersebut, pelaku usaha dapat mencatat setiap barang yang masuk dan keluar sehingga jumlah persediaan dapat dipantau secara berkala.

Mahasiswa juga memperkenalkan konsep waktu pemesanan kembali atau reorder. Pelaku usaha diajarkan menentukan batas minimum persediaan sehingga dapat mengetahui kapan harus melakukan pembelian kembali sebelum stok benar-benar habis.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Tim II UNDIP turut memberikan desain format kartu stok sederhana yang dapat digunakan oleh pelaku usaha sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Format tersebut dibuat agar mudah digunakan tanpa memerlukan aplikasi khusus maupun sistem pencatatan yang rumit. Dengan demikian, pelaku UMKM dan usaha rumahan dapat mulai membangun kebiasaan mencatat persediaan secara rutin.

Melalui pencatatan tersebut, pemilik usaha diharapkan dapat mengetahui jumlah barang yang tersedia, barang yang telah terjual, serta waktu yang tepat untuk melakukan pembelian kembali.

Pengelolaan stok yang lebih teratur juga diharapkan dapat membantu pelaku usaha menghindari dua kondisi yang sama-sama merugikan, yakni penumpukan persediaan dan kehabisan stok.

Program pendampingan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN Tim II UNDIP untuk mendorong UMKM Desa Jerukan agar semakin tertib dalam mengelola usaha.

Ke depan, penerapan manajemen persediaan yang sederhana namun konsisten diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko kerugian akibat barang rusak, hilang, atau kedaluwarsa, serta membantu pelaku usaha mengambil keputusan berdasarkan kondisi stok yang lebih akurat.

Dengan pengelolaan yang semakin rapi, UMKM dan usaha rumahan di Desa Jerukan diharapkan dapat berkembang secara lebih berkelanjutan dan memiliki tata kelola usaha yang semakin baik.



Penulis   : Tim Mahasiswa KKN

Editor     : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version