Beranda Daerah Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Omotenashi untuk Tingkatkan Pelayanan Desa Wisata Bulu Serang

Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Omotenashi untuk Tingkatkan Pelayanan Desa Wisata Bulu Serang

Kegiatan diikuti anggota Pokdarwis dari berbagai divisi, termasuk Ketua Pokdarwis Desa Wisata Bulu Serang, Parjono, dan Operational Manager, Marno.

Mahasiswa KKN Reguler Tim II Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Diponegoro mengenalkan konsep Omotenashi sebagai pendekatan pelayanan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Bulu Serang, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. (Foto : Dok KKN)
Mahasiswa KKN Reguler Tim II Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Diponegoro mengenalkan konsep Omotenashi sebagai pendekatan pelayanan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Bulu Serang, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. (Foto : Dok KKN)

BOYOLALI, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Diponegoro (Undip) mengenalkan konsep Omotenashi sebagai pendekatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Bulu Serang, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali.

Kegiatan tersebut digelar pada Selasa (28/7/2026) sebagai bagian dari program kerja Sosial Masyarakat bertajuk “Pendampingan Penerapan Konsep Omotenashi sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Pengunjung Desa Wisata”.

Kegiatan diikuti anggota Pokdarwis dari berbagai divisi, termasuk Ketua Pokdarwis Desa Wisata Bulu Serang, Parjono, dan Operational Manager, Marno.

Dalam kegiatan tersebut, tujuh mahasiswa KKN bidang Sosial Humaniora menyampaikan materi dengan menggunakan booklet Buku Panduan Desa Wisata Bulu Serang. Buku panduan tersebut tidak hanya memuat konsep pelayanan, tetapi juga mencakup struktur organisasi, optimalisasi Google Maps, administrasi dan keuangan, standar operasional prosedur (SOP) tata kelola, pengelolaan media sosial, hingga indikator monitoring dan evaluasi.

Konsep Omotenashi ditempatkan sebagai salah satu bagian dalam SOP pelayanan pengunjung.

Omotenashi merupakan konsep keramahtamahan yang berkembang dalam budaya Jepang dengan menekankan pelayanan secara tulus, penuh perhatian, dan peka terhadap kebutuhan tamu.

Mahasiswa KKN memperkenalkan konsep tersebut bukan untuk mengadopsi budaya Jepang secara keseluruhan, melainkan sebagai inspirasi yang dapat disesuaikan dengan karakter dan kearifan lokal masyarakat Desa Wisata Bulu Serang.

Nilai-nilai tersebut dinilai memiliki kesamaan dengan budaya Indonesia yang juga menjunjung tinggi keramahan, kesopanan, serta penghormatan terhadap tamu.

Dalam praktiknya, mahasiswa memperkenalkan sejumlah langkah sederhana yang dapat diterapkan pengelola desa wisata. Di antaranya menyambut pengunjung dengan ramah, memberikan informasi secara jelas, menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan, serta menawarkan bantuan kepada pengunjung tanpa harus menunggu mereka meminta pertolongan.

Sebagai contoh, ketika menemukan wisatawan yang terlihat kebingungan, pengelola dapat secara proaktif menawarkan bantuan dengan menanyakan, “Apakah ada yang bisa kami bantu?

Tidak berhenti pada pemaparan materi, kegiatan juga dilengkapi praktik dan simulasi sederhana. Mahasiswa memberikan gambaran mengenai perbedaan pengalaman wisatawan ketika mendapatkan sambutan dan perhatian dengan kondisi ketika pengunjung datang tanpa memperoleh pelayanan yang memadai.

Melalui simulasi tersebut, peserta diajak memahami bahwa pelayanan bukan sekadar aktivitas tambahan, tetapi merupakan bagian penting dari pengalaman wisata yang dapat menentukan kesan pengunjung terhadap sebuah destinasi.

Mahasiswa juga menjelaskan bahwa pelayanan yang baik dapat menjadi bentuk promosi secara tidak langsung. Pengunjung yang memperoleh pengalaman positif memiliki peluang lebih besar untuk menceritakan pengalamannya kepada keluarga, teman, maupun membagikannya melalui media sosial.

Dari pengalaman tersebut, promosi Desa Wisata Bulu Serang diharapkan dapat berkembang secara alami sekaligus memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan wisata.

Ketua Pokdarwis Desa Wisata Bulu Serang, Parjono, menilai penerapan pelayanan sederhana tersebut berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha di sekitar kawasan wisata.

“Ini tuh hal kecil yang kalau dilaksanakan bisa membantu UMKM sekitar, tapi penerapannya mungkin tidak semudah yang dibicarakan,” ujar Parjono.

Menurut mahasiswa KKN, pengembangan desa wisata tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas maupun kegiatan promosi. Pengalaman yang diperoleh pengunjung selama berada di destinasi juga menjadi faktor penting yang perlu mendapat perhatian.

Pelayanan yang ramah, responsif, dan penuh perhatian dapat menjadi salah satu potensi yang dikembangkan oleh desa wisata, terutama ketika masih terdapat keterbatasan dari sisi infrastruktur maupun promosi.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang diskusi antara mahasiswa KKN dan Pokdarwis mengenai berbagai tantangan dalam pengelolaan desa wisata. Melalui diskusi dan praktik yang dilakukan, mahasiswa berharap pengelola serta masyarakat semakin memahami pentingnya kualitas pelayanan dalam membangun pengalaman wisata yang berkesan.

Penerapan prinsip-prinsip sederhana Omotenashi diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat citra Desa Wisata Bulu Serang, meningkatkan kepuasan pengunjung, sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin menyadari dan mengembangkan potensi desanya sebagai destinasi wisata.



Penulis  : Tim Mahasiswa KKN

Editor     : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version