Beranda Ekonomi Ekonomi Jawa Tengah Triwulan II 2026 Tetap Tumbuh, BI Sebut Konsumsi Rumah...

Ekonomi Jawa Tengah Triwulan II 2026 Tetap Tumbuh, BI Sebut Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Jadi Penopang

Momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha, libur panjang, hingga penyelenggaraan Piala Dunia 2026 turut menjadi pendorong aktivitas ekonomi di provinsi ini.

Ilustrasi kegiatan ekspor impor di pelabuhan
Ilustrasi kegiatan ekspor impor di pelabuhan (Foto:AI)

SEMARANG, Jatengnews.id – Perekonomian Jawa Tengah pada triwulan II 2026 tetap menunjukkan kinerja yang solid dengan ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta meningkatnya aktivitas industri pengolahan dan perdagangan.

Momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha, libur panjang, hingga penyelenggaraan Piala Dunia 2026 turut menjadi pendorong aktivitas ekonomi di provinsi ini.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M Noor Nugroho, menjelaskan bahwa dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi terutama berasal dari Konsumsi Rumah Tangga (RT) dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi. Sementara dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ditopang oleh sektor Industri Pengolahan dan Perdagangan.

“Konsumsi rumah tangga dan investasi masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Di sisi lain, industri pengolahan dan perdagangan memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan aktivitas ekonomi daerah,” ujar Noor Nugroho.

Konsumsi Rumah Tangga yang memiliki pangsa terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), yakni mencapai 59,73 persen, masih mencatat pertumbuhan sebesar 4,31 persen secara tahunan (year on year/yoy). Meski lebih rendah dibandingkan triwulan I 2026 yang mencapai 5,08 persen (yoy), konsumsi masyarakat tetap terjaga.

Menurut Noor Nugroho, konsumsi rumah tangga didukung oleh meningkatnya mobilitas masyarakat selama perayaan Idul Adha 2026 serta libur panjang. Optimisme masyarakat juga masih tinggi, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jawa Tengah pada triwulan II 2026 yang tetap berada di zona optimistis.

Selain konsumsi rumah tangga, investasi juga menjadi penopang utama ekonomi Jawa Tengah. Pada triwulan II 2026, PMTB tumbuh sebesar 8,84 persen (yoy), sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 9,61 persen (yoy).

Meski demikian, realisasi investasi terus meningkat dari Rp23,73 triliun pada triwulan II 2025 menjadi Rp25,53 triliun pada periode yang sama tahun 2026. Peningkatan tersebut didorong oleh pembangunan kawasan industri serta keberlanjutan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) di Jawa Tengah.

Sementara itu, konsumsi pemerintah juga tetap mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 15,69 persen (yoy), meski lebih rendah dibandingkan triwulan I 2026 yang mencapai 19,39 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut didukung oleh percepatan pelaksanaan berbagai program prioritas nasional.

Dari sisi lapangan usaha, Industri Pengolahan masih menjadi kontributor terbesar terhadap PDRB Jawa Tengah dengan pangsa mencapai 33,18 persen. Pada triwulan II 2026, sektor ini tumbuh 5,03 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,04 persen (yoy).

Peningkatan kinerja industri terutama didorong oleh melonjaknya ekspor barang industri yang tumbuh hingga 41,26 persen (yoy). Komoditas unggulan seperti tekstil dan produk tekstil (TPT), furnitur kayu, alas kaki, serta produk makanan menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekspor.

Perbaikan kinerja industri juga tercermin dari meningkatnya Saldo Bersih Tertimbang (SBT) Industri Pengolahan berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia pada triwulan II 2026.

Sektor perdagangan juga mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Lapangan Usaha Perdagangan tumbuh sebesar 7,52 persen (yoy), meningkat dari 5,22 persen (yoy) pada triwulan I 2026.

Pertumbuhan perdagangan didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat selama Idul Adha dan libur panjang. Mobilitas masyarakat tercatat meningkat 5,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas perdagangan, khususnya melalui meningkatnya penjualan jersey, aksesori sepak bola, serta berbagai produk pendukung lainnya.

Di sisi lain, sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (Akmamin) menjadi salah satu lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi. Pada triwulan II 2026, sektor ini tumbuh sebesar 12,80 persen (yoy), meski sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 14,14 persen (yoy).

Kinerja sektor akomodasi dan makan-minum tetap terjaga berkat meningkatnya aktivitas wisata dan perjalanan masyarakat selama Idul Adha, libur panjang, serta berlanjutnya pelaksanaan berbagai program prioritas nasional yang turut mendorong permintaan jasa perhotelan dan kuliner.

Secara keseluruhan, Bank Indonesia menilai fundamental perekonomian Jawa Tengah pada triwulan II 2026 masih kuat. Dukungan konsumsi masyarakat, peningkatan investasi, ekspor industri yang terus membaik, serta aktivitas perdagangan dan sektor jasa menjadi modal penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada semester kedua tahun 2026.



Penulis   : Alif Nazzala Rizqi

Editor    : Jaka Nuswantara

Exit mobile version