
SEMARANG, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 26 Universitas Diponegoro (Undip) menggelar edukasi kesehatan mengenai hipertensi kepada masyarakat melalui kegiatan Posyandu di Perumahan Delta Asri RW 14, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi, mulai dari faktor risiko, pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara berkala, hingga penerapan pola hidup sehat.
Program ini melibatkan mahasiswa lintas disiplin dari Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Edukasi disampaikan secara interaktif dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh peserta Posyandu. Mahasiswa menjelaskan pengertian hipertensi, faktor risiko, tanda dan gejala, komplikasi, hingga pentingnya melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.
Masyarakat juga diberikan pemahaman bahwa hipertensi kerap tidak menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, seseorang tetap perlu memeriksakan tekanan darah meskipun sedang merasa sehat.
Pemeriksaan secara berkala dinilai penting untuk mengetahui kondisi tekanan darah sekaligus mendukung upaya deteksi dan pencegahan sejak dini.
Selain mengenalkan hipertensi, mahasiswa turut memberikan edukasi mengenai berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan tekanan darah tinggi.
Materi yang diberikan mencakup pentingnya mengurangi konsumsi garam, menerapkan pola makan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik secara rutin, menjaga berat badan, menghindari rokok, serta mengelola stres.
Bagi masyarakat yang telah memiliki tekanan darah tinggi, mahasiswa juga mengingatkan pentingnya mengikuti anjuran tenaga kesehatan dan melakukan pemantauan tekanan darah secara berkala.
Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta Posyandu aktif menyimak materi dan mengikuti rangkaian edukasi yang diberikan mahasiswa.
Salah seorang warga peserta Posyandu mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin.
“Setelah mengikuti edukasi ini, saya jadi lebih paham bahwa hipertensi bisa tidak menimbulkan gejala. Jadi, pemeriksaan tekanan darah secara rutin itu penting meskipun sedang merasa sehat,” ujar salah seorang warga.
Apresiasi juga disampaikan oleh salah seorang kader Posyandu. Menurutnya, edukasi kesehatan yang diberikan mahasiswa dapat membantu masyarakat memahami langkah sederhana untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi.
“Edukasi seperti ini sangat bermanfaat karena membantu warga memahami cara mencegah dan mengendalikan hipertensi. Materinya juga mudah dipahami dan bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Kegiatan edukasi hipertensi tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 atau
Good Health and Well-being melalui peningkatan literasi kesehatan, pencegahan penyakit tidak menular, serta dorongan terhadap deteksi dini dan pengendalian hipertensi.
Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap SDG 4 atau Quality Education melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menjaga kesehatan.
Pemanfaatan Posyandu sebagai ruang edukasi turut memperkuat peran kader dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih sadar terhadap pentingnya kesehatan.
Melalui kegiatan tersebut, KKN-T IDBU 26 Undip berharap edukasi hipertensi dapat menjadi langkah sederhana yang memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Perumahan Delta Asri RW 14.
Kolaborasi antara mahasiswa, kader Posyandu, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong kebiasaan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin serta menerapkan pola hidup sehat. Dengan demikian, upaya pencegahan hipertensi dan berbagai penyakit tidak menular dapat dilakukan sejak dini.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi