
Kendal, JatengNews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 204 mendampingi 23 pelaku UMKM Desa Sumbersari, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, dalam program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI), Rabu–Kamis (22–23/7/2026).
Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan IHYA Halal Center untuk membantu pelaku usaha memenuhi legalitas produk sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.
Rangkaian pendampingan diawali dengan sosialisasi pada Rabu (22/7/2026). Sebanyak 23 pelaku UMKM mendapatkan edukasi mengenai pentingnya sertifikasi halal, mekanisme pengajuan, serta dokumen yang perlu disiapkan sebelum proses visitasi.
Para peserta mengikuti sosialisasi dengan antusias. Mereka aktif berdiskusi mengenai persyaratan, tahapan pengajuan, hingga teknis proses sertifikasi halal. Peserta juga diarahkan untuk menyiapkan sampel produk dan dokumen pendukung yang diperlukan.
Kegiatan dilanjutkan pada Kamis (23/7/2026) melalui visitasi UMKM secara door-to-door.
Petugas Pendamping Proses Produk Halal (P3H) dari IHYA Halal Center bersama mahasiswa KKN mendatangi lokasi usaha warga untuk melakukan pengecekan dan verifikasi data secara langsung.
Dari 23 pelaku UMKM yang mengikuti sosialisasi, sebanyak 17 UMKM berhasil dikunjungi dan didata dalam tahap visitasi.
Mahasiswa KKN membantu dokumentasi, pencatatan data pendukung, serta komunikasi antara petugas pendamping dan pelaku usaha selama proses berlangsung.
UMKM yang mengikuti pendampingan memiliki jenis produk yang beragam.
Beberapa di antaranya Pecel Berkah dengan produk pecel, Bolen Bu Tuti dengan produk bolen, Hafizh Angkringan yang menyediakan susu jahe, Nasi Bakar Alhumaira, serta The Best Tea yang bergerak pada produk minuman.
Pendampingan juga mencakup Gendar Bu Sukanah dengan produk kerupuk gendar, Berkah Chicken dengan olahan ayam, dan Alam Raya yang memproduksi bolu pandan serta jajanan pasar.
Pelaku UMKM lainnya memiliki produk seperti soto, stik bawang, donat, wingko, pizza, dan berbagai minuman olahan.
Keragaman produk tersebut menunjukkan potensi usaha kuliner masyarakat Desa Sumbersari yang cukup beragam. Potensi tersebut menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan melalui peningkatan legalitas dan kualitas usaha.
Dalam proses visitasi, setiap pelaku UMKM menyiapkan sampel produk dan dokumen yang diperlukan.
Mahasiswa KKN turut membantu memastikan data dan dokumentasi yang dibutuhkan dapat dihimpun secara terarah untuk mendukung proses pengajuan sertifikasi halal.
Data dan dokumen yang telah dikumpulkan selanjutnya akan diproses melalui mekanisme sertifikasi halal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pendampingan diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memahami proses sertifikasi sekaligus mempersiapkan usaha mereka untuk memenuhi persyaratan yang diperlukan.
Melalui kolaborasi dengan IHYA Halal Center, KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Posko 204 berupaya mendorong pelaku UMKM Desa Sumbersari agar semakin sadar terhadap pentingnya legalitas produk.
Sertifikasi halal diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk pendampingan mahasiswa dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat desa.
Dengan legalitas yang lebih baik, UMKM Desa Sumbersari diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memperluas pemasaran dan mengembangkan potensi usaha secara berkelanjutan.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. D. Pramesti