Beranda Daerah Taj Yasin Dorong Wisata Ramah Muslim di Jateng, Rembang Disiapkan Jadi Kawasan...

Taj Yasin Dorong Wisata Ramah Muslim di Jateng, Rembang Disiapkan Jadi Kawasan Industri Halal

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, penguatan ekosistem halal menjadi salah satu strategi untuk menangkap peluang ekonomi syariah sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata daerah.

wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin ketika menerima audiensi Ketua Enhaii Halal Tourism Center (EHTC) Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Sumariadi, di Semarang, Rabu (12/8/2026).(Foto:ist)

SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperluas pengembangan wisata ramah muslim dengan mengintegrasikan sektor pariwisata, industri halal, dan UMKM.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, penguatan ekosistem halal menjadi salah satu strategi untuk menangkap peluang ekonomi syariah sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata daerah.

Menurutnya, wisata ramah muslim tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan halal, tetapi juga fasilitas ibadah dan berbagai layanan yang memberikan kenyamanan bagi wisatawan muslim.

“Pengembangan pariwisata ramah muslim menjadi bagian dari strategi Jawa Tengah dalam menangkap peluang ekonomi berbasis syariah,” ujar Taj Yasin saat menerima audiensi Ketua Enhaii Halal Tourism Center (EHTC) Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Sumariadi, di Semarang, Rabu (12/8/2026).

Taj Yasin menyebut pengembangan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemprov Jateng menggandeng Bank Indonesia (BI), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), pelaku usaha, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), akademisi, hingga pondok pesantren.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai industri halal dari hulu hingga hilir. Pelaku UMKM juga didorong memasarkan produk halal di kawasan wisata dan berbagai jalur perjalanan masyarakat.

Selain itu, Pemprov Jateng tengah mendorong pembentukan kawasan industri halal di Kabupaten Rembang.

“Kalau sudah ada kawasan industri halalnya, paling tidak masyarakat semakin aware (sadar) terhadap halal, termasuk halal tourism (pariwisata),” ujarnya.

Menurut Taj Yasin, keberadaan kawasan industri halal di Rembang nantinya diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara industri halal dan sektor pariwisata.

Pengembangan wisata ramah muslim juga menyasar sektor perhotelan. Pemprov Jateng mengajak pelaku usaha hotel dan restoran meningkatkan fasilitas yang menunjang kebutuhan wisatawan muslim.

Taj Yasin menilai kemudahan memperoleh makanan bersertifikat halal serta fasilitas ibadah dapat menjadi faktor penting dalam memberikan pengalaman wisata yang nyaman.

Hal senada disampaikan Ketua EHTC Sumariadi. Ia menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata ramah muslim karena memiliki beragam destinasi yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Oleh karena itu, sangat penting bagi Jawa Tengah untuk terus meningkatkan kualitas layanannya agar wisatawan muslim merasa nyaman dan tenang saat berwisata,” kata Sumariadi.

Ia menilai komitmen pemerintah daerah menjadi salah satu kunci pengembangan wisata ramah muslim. Menurutnya, waktu tujuh bulan menuju target penguatan ekosistem halal pada 2027 perlu dimanfaatkan untuk memperkuat sosialisasi dan menyiapkan infrastruktur pendukung.

Penulis : Jaka N

Editor : Shodiqin

Exit mobile version