Beranda Daerah Ubah Sampah Jadi Manfaat, KKN UIN Walisongo bersama PPKO UNIMUS Dorong Desa...

Ubah Sampah Jadi Manfaat, KKN UIN Walisongo bersama PPKO UNIMUS Dorong Desa Ploso Lebih Sehat

Dari sampah rumah tangga hingga lahan sempit, warga Desa Ploso belajar menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus produktif.

KKN UIN WS pelatihan lingkungan sehat
Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 78 bersama mahasiswa PPKO UNIMUS memberikan sosialisasi dan pelatihan lingkungan sehat terintegrasi di Desa Ploso, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Jumat (31/7/2026) (Foto: Dok KKN).

Demak, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) UIN Walisongo Semarang Posko 78 berkolaborasi dengan mahasiswa Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PPKO) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menggelar sosialisasi dan pelatihan lingkungan sehat terintegrasi di Desa Ploso, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi upaya meningkatkan kesadaran sekaligus keterampilan masyarakat dalam mengelola lingkungan secara sehat, mandiri, dan berkelanjutan. Sosialisasi dan pelatihan diikuti oleh perangkat desa, kader PKK, karang taruna, serta masyarakat Desa Ploso.

Program lingkungan sehat terintegrasi tersebut mencakup pengelolaan sampah, pembuatan kompos dan biopori, pembuatan eco enzyme, urban farming, penanaman dan perawatan tanaman, pembuatan briket sekam padi, serta pengembangan rumah percontohan lingkungan sehat.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis yang dapat diterapkan di rumah maupun lingkungan desa.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya serta penerapan prinsip 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle, untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Peserta kemudian mendapatkan pelatihan pembuatan eco enzyme dengan memanfaatkan limbah organik, seperti kulit buah dan sisa sayuran. Cairan hasil fermentasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti pembersih alami, pupuk cair, dan pengurai limbah organik.

Selain pengelolaan sampah, mahasiswa juga mengenalkan konsep urban farming sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan keluarga. Masyarakat diajak memanfaatkan lahan pekarangan yang terbatas untuk menanam sayuran, tanaman obat keluarga (TOGA), maupun tanaman hias.

Pelatihan juga mencakup pembuatan kompos dan lubang resapan biopori. Sampah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran dan daun kering, diarahkan untuk diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Sementara itu, biopori diperkenalkan sebagai salah satu cara meningkatkan daya resap air, mengurangi genangan, sekaligus menjadi media pengomposan alami.

Koordinator KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 78 mengatakan, kolaborasi dengan mahasiswa PPKO UNIMUS menjadi bentuk sinergi antarmahasiswa dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa berbasis lingkungan.

“Lingkungan yang sehat tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui perubahan perilaku masyarakat. Harapannya, ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu menciptakan desa yang bersih, sehat, mandiri, dan bernilai ekonomi,” ujarnya.

Perwakilan mahasiswa PPKO UNIMUS menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan aspek kesehatan lingkungan, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian sumber daya alam.

“Harapan kami, masyarakat tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu menerapkannya secara berkelanjutan sehingga lahir budaya hidup bersih, sehat, dan produktif di lingkungan desa,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Desa Ploso. Ia mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 78 dan PPKO UNIMUS yang telah menghadirkan program edukasi lingkungan bagi masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 78 dan PPKO UNIMUS yang telah menghadirkan program yang sangat bermanfaat. Semoga kegiatan ini menjadi edukasi sekaligus inspirasi bagi seluruh warga untuk menjaga lingkungan secara bersama-sama,” ungkapnya.

Kolaborasi KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 78, PPKO UNIMUS, Pemerintah Desa Ploso, dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan.

Pengetahuan dan keterampilan yang diberikan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, produktif, dan memiliki nilai ekonomi.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN UIN Walisongo
Editor: R. D. Pramesti

Exit mobile version